Pelajar di Gowa Bunuh Diri Diduga Stres PJJ, Ini Kata Psikolog

Selasa, 20 Oktober 2020 - 07:14 WIB
Tindakan bunuh diri yang dilakukan MI di usia belia itu tentu sangat disayangkan. Shinta mengatakan, usia tidak terlalu relevan dengan dorongan bunuh diri . "Karena biasanya orang yang melakukan bunuh diri sudah memiliki kecenderungan bunuh diri dan beberapa kali upaya bunuh diri," ucapnya.

Tiap individu tentunya memiliki kemampuan berbeda dalam menghadapi masalah. Ada yang dengan cepat bisa mengatasi masalahnya, namun ada pula yang sebaliknya. Dalam situasi sessorang dengan tekanan yang tinggi membuat dia kesulitan menemukan alternatif pemecahan masalah yang mungkin dilakukan dan akhirnya memilih jalan termudah yaitu bunuh diri .

"Kenapa dirasakan sulit menemukan pemecahan masalah? Biasanya karena faktor pribadi, kurang terbuka, memendam perasan/pikiran sendiri, overthinking, dukungan sosial dari lingkungan terdekat seperti orang tua," ungkapnya.

(Baca juga: Kapolda Jatim Minta Aksi Tolak UU Omnibus Law Tidak Anarki )

Dalam kasus ini, Shinta berpendapat bahwa PJJ sendiri seringkali hanya menjadi 'pemicu' masalah kepribadian atau kesehatan mental seseorang. Sebelumnya, sudah ada permasalahan yang dimiliki anak tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!