Dua Pegawai Positif COVID-19, Kantor Desa Terpaksa Tutup Tiga Hari

Senin, 19 Oktober 2020 - 17:53 WIB
Selama dekontaminasi kantor desa maka pelayanan menjadi dikurangi dan tidak dilakukan di kantor desa. Semua pegawai tetap melaksanakan tugasnya meski dikerjakan dari rumahnya masing-masing atau Work From Home (WFH). Hal tersebut untuk mencegah penularan COVID-19 lebih luas lagi di Desa Cikahuripan, dan pelayanan ke masyarakat tetap harus berjalan.

"Selama dekontaminasi kantor tiga hari pegawai desa WFH. Ya cukup mengganggu walau pelayanan ke masyarakat kami tetap lakukan meski tidak di kantor desa. Semoga Kamis (22/10) aktivitas perkantoran di desa kembali normal," harapnya. (Baca juga : Penghuni Positif COVID-19, Wyata Guna Bandung Tutup Sementara )

Disinggung soal total yang positif COVID-19 di desanya, Oman menyebutkan ada 10 orang. Dari jumlah itu lima sudah sembuh dan lima lainnya masih dirawat. Untuk yang sembuh masih menjalani isolasi tambahan selama 10 hari di rumahnya. Sebagai antisipasi pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan bersama dengan pihak Damkar, di 10 RW termasuk juga kantor desa.

"Kami berusaha agar COVID-19 tidak meluas di Cikahuripan, makanya secara kontinyu melakukan penyemprotan disinfektan. Masyarakat juga harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan usai beraktivitas," pungkasnya.
(nun)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!