Museum Kepresidenan RI Balai Kirti di Bogor Jadi Media Memperkuat Karakter Kebangsaan
Senin, 19 Oktober 2020 - 08:35 WIB
Sementara Museum Balai Kirti yang terdiri dari Galeri Kebangsaan, Galeri Kepresidenan dan Perpustakaan setiap tahunnya didatangi oleh sekitar 80 ribu pengunjung.
Sementara nama Balai Kirti yang berasal dari Bahasa Sanskerta memiliki makna sebagai bangunan yang menyimpan dan memamerkan berbagai benda peninggalan bersejarah, yang pernah membawa kemasyuran.
Dengan demikian, pendirian museum ini bertujuan sebagai rujukan sejarah mengenai kisah kemasyhuran para pemimpin bangsa Indonesia, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda Tanah Air. (BACA JUGA: Wakapolri: Karakter Kebangsaan Harus Ditanamkan Sejak Dini)
"Pengenalan museum sebagai basis penguatan pendidikan karakter berbangsa saat ini sudah mulai masif dilakukan, hal ini karena dalam upaya membangun bangsa dibutuhkan kepribadian yang matang, mandiri, dewasa, bertanggungjawab, dan memiliki sikap nasionalisme. Di tengah era globalisasi seperti saat ini, masyarakat khususnya generasi muda harus banyak dikenalkan dalam wawasan kemuseuman yang bersifat edukatif," ungkap Dewi Murwaningrum dalam seminar webinar, bertemakan “Menggalang Solidaritas Kehidupan Berbangsa Melalui Penguatan Karakter di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Minggu (18/10/2020).
Dewi menjelaskan bahwa fungsi museum sebagai lembaga pendidikan informal dapat dinikmati oleh masyarakat dan dikontekstualisasikan dengan kondisi saat ini untuk penguatan pendidikan karakter.
Sementara nama Balai Kirti yang berasal dari Bahasa Sanskerta memiliki makna sebagai bangunan yang menyimpan dan memamerkan berbagai benda peninggalan bersejarah, yang pernah membawa kemasyuran.
Dengan demikian, pendirian museum ini bertujuan sebagai rujukan sejarah mengenai kisah kemasyhuran para pemimpin bangsa Indonesia, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda Tanah Air. (BACA JUGA: Wakapolri: Karakter Kebangsaan Harus Ditanamkan Sejak Dini)
"Pengenalan museum sebagai basis penguatan pendidikan karakter berbangsa saat ini sudah mulai masif dilakukan, hal ini karena dalam upaya membangun bangsa dibutuhkan kepribadian yang matang, mandiri, dewasa, bertanggungjawab, dan memiliki sikap nasionalisme. Di tengah era globalisasi seperti saat ini, masyarakat khususnya generasi muda harus banyak dikenalkan dalam wawasan kemuseuman yang bersifat edukatif," ungkap Dewi Murwaningrum dalam seminar webinar, bertemakan “Menggalang Solidaritas Kehidupan Berbangsa Melalui Penguatan Karakter di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Minggu (18/10/2020).
Dewi menjelaskan bahwa fungsi museum sebagai lembaga pendidikan informal dapat dinikmati oleh masyarakat dan dikontekstualisasikan dengan kondisi saat ini untuk penguatan pendidikan karakter.
Lihat Juga :