Warga Jakarta Timur Tak Lagi Menolak Tes Swab, Berkat Usaha Pantang Menyerah
Kamis, 15 Oktober 2020 - 18:21 WIB
Menurut Inda, setelah sosialisasi yang begitu gencar, dalam sehari petugas bisa melakukan tes swab setidaknya kepada 100 warga, baik yang datang ke puskesmas atau petugas yang mendatangi rumah warga.
"Dari awal pandemi kita berusaha untuk menurunkan angka penyebaran Covid-19 agar tidak ada lagi warga terjangkit tanpa adanya gejala," katanya.
Inda menuturkan, berkat upaya jemput bola tersebut total kini kasus terkonfirmasi di wilayah Kramat Jati berangsur menurun. Itu dibuktikan dengan catatan berkurangnya pasien yang dirujuk ke rumah sakit.
"Alhamdulillah jumlah warga yang harus dirujuk sudah berkurang dan membuat penyebaran Covid-19 di Kramat Jati cepat hilang, sehingga tidak lagi menyandang status zona merah," pungkasnya.
"Dari awal pandemi kita berusaha untuk menurunkan angka penyebaran Covid-19 agar tidak ada lagi warga terjangkit tanpa adanya gejala," katanya.
Inda menuturkan, berkat upaya jemput bola tersebut total kini kasus terkonfirmasi di wilayah Kramat Jati berangsur menurun. Itu dibuktikan dengan catatan berkurangnya pasien yang dirujuk ke rumah sakit.
"Alhamdulillah jumlah warga yang harus dirujuk sudah berkurang dan membuat penyebaran Covid-19 di Kramat Jati cepat hilang, sehingga tidak lagi menyandang status zona merah," pungkasnya.
(thm)
Lihat Juga :