Selama Pandemi COVID-19, Jumlah Penderita Gangguan Mata Turun
Kamis, 15 Oktober 2020 - 09:43 WIB
"Penyebaran informasi itu sangat penting. Apalagi para kader, puskesmas yang berhubungan langsung dengan masyarakat," ungkapnya. (Baca juga: Tes Swab Massal, Semua Karyawan UMP Purwokerto Negatif COVID-19 )
Feny menambahkan, pihaknya juga melakukan skrining mata serta penanggulangan gangguan indera termasuk kelainan refraksi mata . Itu menjadi penting dilakukan agar ke depan angka kasus berkurang.
"Jadi harus terus dan selalu dalam pantauan. Kami juga menggandeng Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami). Kemudian ada RS Bakti Dharma Husada (BDH) dan RSUD dr Soewandhie," imbuhnya.
Feny menambahkan, pihaknya juga melakukan skrining mata serta penanggulangan gangguan indera termasuk kelainan refraksi mata . Itu menjadi penting dilakukan agar ke depan angka kasus berkurang.
"Jadi harus terus dan selalu dalam pantauan. Kami juga menggandeng Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami). Kemudian ada RS Bakti Dharma Husada (BDH) dan RSUD dr Soewandhie," imbuhnya.
(eyt)
Lihat Juga :