Penanganan COVID-19 Membaik, Bantuan untuk Kesejahteraan Rakyat Terus Ditingkatkan
Senin, 12 Oktober 2020 - 23:30 WIB
Melansir data dari Kemenkeu 2020, Airlangga menerangkan, realisasi anggaran untuk PEN sudah sebesar 47 persen dari pagu. Untuk serapannya, dari bulan ke bulan semakin meningkat, per 7 Oktober 2020 realisasi dana sebesar Rp 331 Triliun.
Kemudian capaian per klasternya, untuk klaster kesehatan sudah mencapai Rp 25 Triliun, perlindungan sosial sebesar Rp 150 Triliun, sektoral dan Pemda sebesar Rp27,57 triliun, dukungan UMKM sebesar Rp 90,42 triliun, dan insentif usaha sebesar Rp 28,32 triliun. Sampai di akhir tahun, Airlangga berharap seluruh anggaran PEN bisa terserap 100 persen.
Airlangga memaparkan capaian program PEN terbaru. Ada dua program di antaranya realisasi penyaluran BPUM atau Banpres produktif. Dari program ini telah dilakukan penyaluran bantuan kepada 9,1 juta pelaku usaha mikro dari target 12 juta UMKM
Kedua, program realisasi penyaluran subsidi atau upah kepada para pekerja, kepada 11,5 juta pekerja dari target 15,7 juta pekerja. Realisasi penyaluran sebesar Rp13,9 Triliun dengan target Rp15,7 Triliun.
Pemerintah juga melakukan penempatan dana di bank-bank pemerintah. Di tahap pertama dikeluarkan dana Rp30 triliun, kemudian realisasinya sudah mencapai Rp1 44,6 Triliun. Pemerintah lalu memberikan dana lagi sebesar Rp17,5 triliun. Kemudian penempatan dananya menjadi Rp47,5 triliun, sehingga targetnya adalah Rp 150 triliun.
“Di Bank Pembangunan Daerah diberikan dana sebesar Rp1,5 triliun, Bank Sulselbar Rp 1 triliun, Bank Kalbar Rp500 juta. Lalu program untuk sektor korporasi padat karya sebesar Rp10 miliar-1 triliun. Total nasabah yang dijamin 13.175 orang dengan kredit modal kerja yang dijaminkan Rp6,6 triliun,” ujar pria kelahiran 1962 ini.
Ada lagi program Kartu Prakerja, yang sudah dijalankan sejak bulan April 2020. Saat ini sudah ada 35,1 juta pendaftar dari 514 kabupaten/kota, dengan jumlah penerima 5,6 juta orang. Sebanyak 4,6 juta penerima Kartu Prakerja sudah menyelesaikan pelatihan dan yang sudah menerima insentif sebanyak 3,8 juta orang.
“Sebagian di antaranya perlahan memperdalam keahliannya, bahkan sudah mendirikan usaha berkat kartu prakerja. Beberapa di antara mereka sebelumnya mengalami PHK,” ungkap alumnus Teknik Mesin UGM itu
Kemudian capaian per klasternya, untuk klaster kesehatan sudah mencapai Rp 25 Triliun, perlindungan sosial sebesar Rp 150 Triliun, sektoral dan Pemda sebesar Rp27,57 triliun, dukungan UMKM sebesar Rp 90,42 triliun, dan insentif usaha sebesar Rp 28,32 triliun. Sampai di akhir tahun, Airlangga berharap seluruh anggaran PEN bisa terserap 100 persen.
Airlangga memaparkan capaian program PEN terbaru. Ada dua program di antaranya realisasi penyaluran BPUM atau Banpres produktif. Dari program ini telah dilakukan penyaluran bantuan kepada 9,1 juta pelaku usaha mikro dari target 12 juta UMKM
Kedua, program realisasi penyaluran subsidi atau upah kepada para pekerja, kepada 11,5 juta pekerja dari target 15,7 juta pekerja. Realisasi penyaluran sebesar Rp13,9 Triliun dengan target Rp15,7 Triliun.
Pemerintah juga melakukan penempatan dana di bank-bank pemerintah. Di tahap pertama dikeluarkan dana Rp30 triliun, kemudian realisasinya sudah mencapai Rp1 44,6 Triliun. Pemerintah lalu memberikan dana lagi sebesar Rp17,5 triliun. Kemudian penempatan dananya menjadi Rp47,5 triliun, sehingga targetnya adalah Rp 150 triliun.
“Di Bank Pembangunan Daerah diberikan dana sebesar Rp1,5 triliun, Bank Sulselbar Rp 1 triliun, Bank Kalbar Rp500 juta. Lalu program untuk sektor korporasi padat karya sebesar Rp10 miliar-1 triliun. Total nasabah yang dijamin 13.175 orang dengan kredit modal kerja yang dijaminkan Rp6,6 triliun,” ujar pria kelahiran 1962 ini.
Ada lagi program Kartu Prakerja, yang sudah dijalankan sejak bulan April 2020. Saat ini sudah ada 35,1 juta pendaftar dari 514 kabupaten/kota, dengan jumlah penerima 5,6 juta orang. Sebanyak 4,6 juta penerima Kartu Prakerja sudah menyelesaikan pelatihan dan yang sudah menerima insentif sebanyak 3,8 juta orang.
“Sebagian di antaranya perlahan memperdalam keahliannya, bahkan sudah mendirikan usaha berkat kartu prakerja. Beberapa di antara mereka sebelumnya mengalami PHK,” ungkap alumnus Teknik Mesin UGM itu
Lihat Juga :