Miris, Kondisi Pasar di PALI yang Dibangun dengan Miliaran Rupiah Terbengkalai
Senin, 12 Oktober 2020 - 16:06 WIB
Akibat bertahun tak kunjung dimanfaatkan sebagaimana mestinya, kini areal tersebut menjelma menjadi semak belukar dan terkesan angker. Foto/SINDOnews/Bisrun
PALI - Kondisi bangunan Pasar Rakyat Desa Betung Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) , memprihatinkan.
Akibat bertahun tak kunjung dimanfaatkan sebagaimana mestinya, kini areal tersebut menjelma menjadi semak belukar dan terkesan angker.
Usai dibangun pada kisaran 2018 lalu, gedung Pasar Rakyat Betung merupakan salah satu dari 12 pasar rakyat yang dibangun serentak di PALI, menggunakan anggaran APBN melalui Tugas Pembantuan (TP) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp5 miliar, hingga kini tak kunjung dipergunakan sebagai tempat jual beli masyarakat.
Melihat langsung kondisi tersebut, (12/10/2020), akses masuk ke sana dapat melalui jalan di depan SDN 2 Abab relatif kecil, menyusuri jalan hingga sekitar 2 kilometer ke ujung kawasan pemukiman. Bangunan pasar rakyat Desa Betung, terletak di tengah perkebunan karet.
Kesan pertama saat tiba di lokasi, kondisi bangunan nampak memprihatinkan. Di sekililingnya dipenuhi tumbuhan liar hingga melampaui tinggi orang dewasa.
Beberapa rumput telah merambat ke teras kios yang beberapa pintunya sudah tak terkunci lagi. “Jika terus dibiarkan tanpa perawatan, maka bangunan ini akan lapuk kemudian rusak. Seperti Anda lihat sendiri, nampak plafon sudah ada yang jebol,” tutur Ishak, warga setempat.
Akibat bertahun tak kunjung dimanfaatkan sebagaimana mestinya, kini areal tersebut menjelma menjadi semak belukar dan terkesan angker.
Usai dibangun pada kisaran 2018 lalu, gedung Pasar Rakyat Betung merupakan salah satu dari 12 pasar rakyat yang dibangun serentak di PALI, menggunakan anggaran APBN melalui Tugas Pembantuan (TP) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp5 miliar, hingga kini tak kunjung dipergunakan sebagai tempat jual beli masyarakat.
Melihat langsung kondisi tersebut, (12/10/2020), akses masuk ke sana dapat melalui jalan di depan SDN 2 Abab relatif kecil, menyusuri jalan hingga sekitar 2 kilometer ke ujung kawasan pemukiman. Bangunan pasar rakyat Desa Betung, terletak di tengah perkebunan karet.
Kesan pertama saat tiba di lokasi, kondisi bangunan nampak memprihatinkan. Di sekililingnya dipenuhi tumbuhan liar hingga melampaui tinggi orang dewasa.
Beberapa rumput telah merambat ke teras kios yang beberapa pintunya sudah tak terkunci lagi. “Jika terus dibiarkan tanpa perawatan, maka bangunan ini akan lapuk kemudian rusak. Seperti Anda lihat sendiri, nampak plafon sudah ada yang jebol,” tutur Ishak, warga setempat.
Lihat Juga :