Kang Emil Berbagi Cerita Disuntik Calon Vaksin COVID-19 ke Dokter Cantik Reisa
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 16:10 WIB
Kang Emil menjelaskan, jika hasil uji darah pada Desember nanti dinilai berhasil, maka vaksin bakal diproduksi massal dan dilanjutkan vaksinasi massal kepada masyarakat. Diakui Kang Emil, upaya pemerintah untuk menghadirkan vaksin COVID-19 tidaklah mudah. Selain itu, masih ada kelompok masyarakat yang meragukan keamanan vaksin.
Bahkan, kata Kang Emil, dirinya sempat dituding hanya berpura-pura saat foto pengambilan darahnya menyebar luas di media sosial. "Persepsi publik, orang-orang yang tidak paham menyangka saya bohong. Menurut yang tidak paham, jarum suntik itu masih seperti model yang lama, padahal dalam tes vaksin menggunakan jarum suntik modern yang disebut vacutainer," sebutnya. (Baca: Ridwan Kamil Tercatat dalam Daftar Relawan Uji Klinis Vaksin Sinovac )
Oleh karenanya, Kang Emil meminta masyarakat yang tidak paham tentang prosesnya jangan memberikan komentar provokasi. Dia menyarankan warga untuk bertanya, agar memahami prosesnya. "Sejauh ini, tidak ada dampak medis yang dirasakan pasca disuntik penyuntikan vaksin," tandas Kang Emil.
Diketahui, selain vaksin Sinovac , terdapat beberapa kandidat vaksin COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia, di antaranya vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, vaksin G42 dari Uni Emirat Arab, dan vaksin Genexine dari Korea Selatan.
Bahkan, kata Kang Emil, dirinya sempat dituding hanya berpura-pura saat foto pengambilan darahnya menyebar luas di media sosial. "Persepsi publik, orang-orang yang tidak paham menyangka saya bohong. Menurut yang tidak paham, jarum suntik itu masih seperti model yang lama, padahal dalam tes vaksin menggunakan jarum suntik modern yang disebut vacutainer," sebutnya. (Baca: Ridwan Kamil Tercatat dalam Daftar Relawan Uji Klinis Vaksin Sinovac )
Oleh karenanya, Kang Emil meminta masyarakat yang tidak paham tentang prosesnya jangan memberikan komentar provokasi. Dia menyarankan warga untuk bertanya, agar memahami prosesnya. "Sejauh ini, tidak ada dampak medis yang dirasakan pasca disuntik penyuntikan vaksin," tandas Kang Emil.
Diketahui, selain vaksin Sinovac , terdapat beberapa kandidat vaksin COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia, di antaranya vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, vaksin G42 dari Uni Emirat Arab, dan vaksin Genexine dari Korea Selatan.
(don)
Lihat Juga :