Isu Korupsi di Pilkada Tangsel, Pengamat: Untungkan Calon Tanpa Beban Masa Lalu
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 06:03 WIB
Pengamat politik Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis) Miftahul Adib menilai wajar jika Saras memainkan isu korupsi. Sebab, isu tersebut masih jadi magnet untuk menggiring pemilih kelas menengah. Namun, dia juga mengingatkan isu itu bisa memercik air ke muka sendiri lantaran Saras berpasangan dengan Muhamad yang pernah menjabat pada masa pemerintahan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie.
“Perlu diingat, Muhamad itu mantan Sekda yang juga cukup berkontribusi terhadap persoalan korupsi. Dia bahkan diduga disebut-sebut dalam sejumlah kasus penjualan lahan milik negara di Ciputat. Ini bisa jadi masalah serius jika hal itu kembali diungkit," ujar Adib, Kamis (8/10/2020).
Tak hanya Muhamad, calon Wali Kota Tangsel nomor urut 3 Benyamin Davnie bisa terseret jika isu korupsi terus dimainkan. Apalagi citranya memang menempel kuat dengan Airin dimana suaminya berada dalam pusaran kasus korupsi di Banten.
“Isu korupsi bisa mengerek elektabilitas jika dapat dikelola dengan baik. Tim pemenangan harus lihai dalam menggarap isu ini. Bisa jadi jualan yang baik kalau momentumnya tepat,” ungkapnya.
Disinggung siapa yang diuntungkan dengan isu korupsi, Adib menyebut calon Wali Kota Tangsel nomor urut 2 Siti Nur Azizah yang mendulang citra positif. Putri Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin itu tidak punya masa lalu di Tangsel dan baru terjun ke dunia politik selepas menanggalkan status ASN di Kementerian Agama. (Baca juga: Pilkada Tangsel, Bawaslu Catat 17 Pelanggaran Pasangan Calon)
“Perlu diingat, Muhamad itu mantan Sekda yang juga cukup berkontribusi terhadap persoalan korupsi. Dia bahkan diduga disebut-sebut dalam sejumlah kasus penjualan lahan milik negara di Ciputat. Ini bisa jadi masalah serius jika hal itu kembali diungkit," ujar Adib, Kamis (8/10/2020).
Tak hanya Muhamad, calon Wali Kota Tangsel nomor urut 3 Benyamin Davnie bisa terseret jika isu korupsi terus dimainkan. Apalagi citranya memang menempel kuat dengan Airin dimana suaminya berada dalam pusaran kasus korupsi di Banten.
“Isu korupsi bisa mengerek elektabilitas jika dapat dikelola dengan baik. Tim pemenangan harus lihai dalam menggarap isu ini. Bisa jadi jualan yang baik kalau momentumnya tepat,” ungkapnya.
Disinggung siapa yang diuntungkan dengan isu korupsi, Adib menyebut calon Wali Kota Tangsel nomor urut 2 Siti Nur Azizah yang mendulang citra positif. Putri Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin itu tidak punya masa lalu di Tangsel dan baru terjun ke dunia politik selepas menanggalkan status ASN di Kementerian Agama. (Baca juga: Pilkada Tangsel, Bawaslu Catat 17 Pelanggaran Pasangan Calon)
Lihat Juga :