Aminullah Wacanakan Peunayong Jadi Kota Tua

Senin, 05 Oktober 2020 - 16:44 WIB
The Chinatown Aceh, sejak dulu Peunayong memang telah menjadi daerah internasional. Pada zaman kepemimpinan Sultan Iskandar Muda daerah ini dijadikan sebagai kota “spesial”. Julukan spesial karena Sultan memberikan rasa aman kepada para tamu yang datang ke daerah ini, bahkan tak jarang Sultan juga menjamu para tamu kerajaan yang datang dari Eropa maupun Tiongkok.

Aminullah melihat potensi di sini. Deretan toko dua lantai yang sudah ada sejak abad ke-19 itu sudah selayaknya dirombak menjadi lebih rapi dan indah. Untuk memaksimalkan hal itu, ia pun mewacanakan akan melakukan penataan kota.

Terlihat dari rencananya memindahkan pasar di pusat kota itu ke daerah Lamdingin, Kuta Alam, yang kini dinamakan pasar ‘Al Mahirah’. Kemudian, mengandalkan wisata air yang merupakan bagian dari konsep waterfront city, Aminullah memberikan ruang bagi pengusaha kuliner yang selama ini berdagang di badan jalan di kawasan Peunayong dengan membangun culinary riverwalk. Kios kuliner yang selama ini sudah berjalan akan dimodifikasi, dilengkapi dengan pemasangan atap.

Hasil lobi dan kemudahan yang disajikan dalam hal perizinan di masanya, banyak investor tertarik untuk menanam saham di Banda Aceh. Bersebelahan dengan Peunayong, di seberang sungai nantinya akan dibangun hotel dan pusat perdagangan yang bangunannya akan menyerupai Twin Tower di Kuala Lumpur, Malaysia atau menara Petronas, tepatnya di bekas terminal Keudah. Ini pun akan mendukung wacananya menjadikan daerah itu sebagai destinasi wisata kota tua.

Aminullah Usman sangat serakah dalam mengejar ketinggalan, apalagi sektor pemberdayaan ekonomi. Dia tak segan-segan menggagas ide-ide baru, mengaitkan segala aktivitas dengan pemberdayaan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!