Gubernur Sumut Pastikan Tidak Ada Pasien Covid-19 yang Terlantar
Selasa, 05 Mei 2020 - 20:09 WIB
Mengutip dari laman Sumutprov.go.id, Edy juga menyinggung soal adanya kabar miring tentang petugas kesehatan yang ditelantarkan atau tidak diurus Pemprov Sumut atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Menurutnya isu itu sangat kurang baik, mengingat selain upaya terus dilakukan semua pihak guna menuntaskan wabah ini, tenaga kesehatan juga tetap bersemangat merawat pasien.
“Kalau ada yang bilang tidak digaji, itu tidak benar. Soal uangnya, memang sedang diproses,” sebut Gubernur, sekaligus menyampaikan berapa insentif yang akan diberikan pemerintah kepada petugas di RS rujukan, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat/bidan serta tenaga kesehatan lainnya.
Sedangkan ditanya tentang bagaimana kekhawatiran dirinya saat akan masuk ke dalam gedung RS Martha Friska, Edy mengakui hal itu. Namun baginya, semua yang bertugas adalah anak-anaknya, rakyat Sumut yang sama sekali tak terlihat rasa takut bagi mereka untuk mengabdi sebagai benteng terakhir melawan Covid-19.
“Takut itu pasti, tetapi anak-anak saya ini, petugas ini, mereka saja tak khawatir, mereka semangat mengabdi. Saya Gubernurnya masa nggak berani? Banyak orang yang protes memang, selain kondisi usia saya dan sedang puasa. Tetapi saya harus buktikan ini semua, selama protokol kesehatan saya ikuti perintah mereka (petugas kesehatan),” jelasnya.
Usai meninjau pasien ke dalam RS dan bertemu langsung dengan petugas kesehatan di halaman gedung, Edy juga menyempatan diri menemui para petugas keamanan yang berjaga di halaman parkir dan pintu gerbang RS. Ia pun memberikan motivasi kepada personel Satpol PP dan TNI/Polri agar tetap semangat mengawal penanganan Covid-19 hingga tuntas.
“Kalau ada yang bilang tidak digaji, itu tidak benar. Soal uangnya, memang sedang diproses,” sebut Gubernur, sekaligus menyampaikan berapa insentif yang akan diberikan pemerintah kepada petugas di RS rujukan, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat/bidan serta tenaga kesehatan lainnya.
Sedangkan ditanya tentang bagaimana kekhawatiran dirinya saat akan masuk ke dalam gedung RS Martha Friska, Edy mengakui hal itu. Namun baginya, semua yang bertugas adalah anak-anaknya, rakyat Sumut yang sama sekali tak terlihat rasa takut bagi mereka untuk mengabdi sebagai benteng terakhir melawan Covid-19.
“Takut itu pasti, tetapi anak-anak saya ini, petugas ini, mereka saja tak khawatir, mereka semangat mengabdi. Saya Gubernurnya masa nggak berani? Banyak orang yang protes memang, selain kondisi usia saya dan sedang puasa. Tetapi saya harus buktikan ini semua, selama protokol kesehatan saya ikuti perintah mereka (petugas kesehatan),” jelasnya.
Usai meninjau pasien ke dalam RS dan bertemu langsung dengan petugas kesehatan di halaman gedung, Edy juga menyempatan diri menemui para petugas keamanan yang berjaga di halaman parkir dan pintu gerbang RS. Ia pun memberikan motivasi kepada personel Satpol PP dan TNI/Polri agar tetap semangat mengawal penanganan Covid-19 hingga tuntas.
(nfl)
Lihat Juga :