19 Hari Jalani Isolasi, Bupati Cellica Tunggu Hasil Tes Swab Kedua
Senin, 13 April 2020 - 05:25 WIB
Acep mengatakan, Bupati Cellica mengaku tidak bisa tidur jika urusan penanganan covid -19 belum beres. Padahal setiap hari banyak persoalan yang muncul dalam penanganan COVID-19 dan Cellica selalu mengawasi hingga selesai."Kalau belum selesai beliau selalu nelpon dan minta laporan perkembangannya. Kalau belum selesai beliau terus menelpon walaupun tengah malam juga," katanya.
Menurut Acep, tidak seorangpun mau menyarankan Cellica agar tetap fokus dengan perawatan dirinya. Hingga akhirnya Acep terpaksa memberanikan diri memberikan masukan agar Cellica istirahat saja dan biarkan urusan ditangani yang lain. "Saya memberanikan diri meminta ibu bupati banyak istirahat, dan biarkan saya yang membereskan semua persoalannya. Bupati tidak ingin rakyat Karawang menderita karena wabah ini, makanya beliau selalu gelisah," katanya.
Acep mengaku maklum dengan kegelisahan Bupati Cellica, karena saat pertama kali menangani COVID-19 di Karawang memang sempat terjadi kebingungan. Yang sempat membuat panik karena Karawang belum memiliki alat seperti rapid tes saat itu, sedangkan jumlah yang terjangkit semakin bertambah. Belum lagi dengan minimnya alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis yang belum sesuai dengan kebutuhan.
"Tapi sekarang sudah berjalan semakin baik dalam penanganan COVID-19, apalagi kita dibantu dari Kodim 0604 dan Polres Karawang setiap harinya. Jadi semua persoalan yang muncul kami tangani bersama untuk diselesaikan." katanya.
Menurut Acep, tidak seorangpun mau menyarankan Cellica agar tetap fokus dengan perawatan dirinya. Hingga akhirnya Acep terpaksa memberanikan diri memberikan masukan agar Cellica istirahat saja dan biarkan urusan ditangani yang lain. "Saya memberanikan diri meminta ibu bupati banyak istirahat, dan biarkan saya yang membereskan semua persoalannya. Bupati tidak ingin rakyat Karawang menderita karena wabah ini, makanya beliau selalu gelisah," katanya.
Acep mengaku maklum dengan kegelisahan Bupati Cellica, karena saat pertama kali menangani COVID-19 di Karawang memang sempat terjadi kebingungan. Yang sempat membuat panik karena Karawang belum memiliki alat seperti rapid tes saat itu, sedangkan jumlah yang terjangkit semakin bertambah. Belum lagi dengan minimnya alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis yang belum sesuai dengan kebutuhan.
"Tapi sekarang sudah berjalan semakin baik dalam penanganan COVID-19, apalagi kita dibantu dari Kodim 0604 dan Polres Karawang setiap harinya. Jadi semua persoalan yang muncul kami tangani bersama untuk diselesaikan." katanya.
(sun)
Lihat Juga :