Jeritan Pedagang Masker Scuba: Sudah Stok Banyak, Eh Sekarang Dilarang

Selasa, 29 September 2020 - 21:42 WIB
Penjualan masker kain non medis, Ita mendapatkan untung yang cukup banyak. Namun, saat ini orang tidak mau membeli karena dilarang oleh pemerintah. Meskipun begitu, ia akan tetap memajang masker scuba barang dagangannya. (Baca juga: Aspaki Dukung Larangan Pemakaian Masker Tipis di KRL )

“Iya mengalami kerugian. Karena kan kita penjual baru pas banget lagi pandemi, coba usaha untuk dapat pendapatan lebih berharap dapat untung. Awal-awal Alhamdulillah dapat untung, kalau sekarang malah nggak ada yang mau nyolek karena ada pemberitaan larangan pake scuba. Tetap dipajang aja, mau gimana dah terlanjur beli banyak.Dan masih ada sekitar stok 100 lebih masker scuba dewasa dan anak,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah lebih berpihak pada rakyat kecil di tengah situasi pandemi. Tidak membuat kebijakan yang merugikan masyarakat. (Baca juga: Ini Kata Kang Emil soal Masker Scuba dan Buff Dilarang Dipakai )

“Harapan saya pemerintah harus memikirkan ulang kepada pedagang-pedagang kecil karena kesian lagi PSBB makan susah, terlalu banyak aturan enggak melihat rakyat kecil pedagang yang juga nyari uang dari jualan masker. Berharap masih ada yang beli masker kan masih bisa dilapis pakai tisu,” tutup Ita.

Sekadar diketahui, sebelumnya pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melarang masyarakat untuk memakai masker scuba. Alasannya, masker itu berbhan tipis..
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!