Diterjang Angin Kencang, 34 Rumah di Aceh Tenggara Rusak
Minggu, 27 September 2020 - 22:20 WIB
Angin kencang disertai hujan deras menerjang empat desa di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Minggu (27/9/2020). Kuatnya terjangan angin mengakibatkan 34 rumah. Foto/BPBD Aceh Tenggara
ACEH TENGGARA - Angin kencang disertai hujan deras menerjang empat desa di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Minggu (27/9/2020). Kuatnya terjangan angin kencang ini mengakibatkan 34 unit rumah dan sejumlah pohon tumbang.
Empat wilayah yang diterjang angin kencang yakni Desa Pedesi dan Desa Terutung Megakhe Asli di Kecamatan Bambel, kemudian Desa Lawe Sumur dan Desa Penosan di Kecamatan Lawe Sumur. (Baca juga: Dendam, Bocah 10 Tahun di Muratara Dibunuh dan Mayatnya Disetubuhi)
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara, bencana angin kencang itu tidak menimbulkan korban jiwa. (Baca juga: Aksi Klitih Kambuh Lagi, 2 Warga Bantul Disabet Celurit)
"TRC BPBD Kabupaten Aceh Tenggara telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait serta masyarakat setempat," kata Raditya dalam keterangan tertulis, Minggu malam (27/9/2020).
Empat wilayah yang diterjang angin kencang yakni Desa Pedesi dan Desa Terutung Megakhe Asli di Kecamatan Bambel, kemudian Desa Lawe Sumur dan Desa Penosan di Kecamatan Lawe Sumur. (Baca juga: Dendam, Bocah 10 Tahun di Muratara Dibunuh dan Mayatnya Disetubuhi)
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara, bencana angin kencang itu tidak menimbulkan korban jiwa. (Baca juga: Aksi Klitih Kambuh Lagi, 2 Warga Bantul Disabet Celurit)
"TRC BPBD Kabupaten Aceh Tenggara telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait serta masyarakat setempat," kata Raditya dalam keterangan tertulis, Minggu malam (27/9/2020).
Lihat Juga :