Integritas Cawali Surabaya Eri Cahyadi Dipertanyakan, Kenapa ?

Minggu, 27 September 2020 - 15:24 WIB
Sebab, lanjut Malik, semua pasangan calon (paslon) harus ikut bertanggungjawab dalam pelaksanaan Pilwali. Termasuk tanggungjawab untuk tidak curang dan menjaga kondusivitas kota Surabaya. “Acara seperti itu kan pastinya juga dihadiri oleh aparat penegak hukum. Nah, di situ harusnya Eri membuktikan bahwa ia siap komitmen dan menjaga integritasnya,” terangnya.

Apalagi, Pilwali kali ini digelar dalam kondisi pandemi. Ada beberapa hal yang harus dipatuhi paslon. Termasuk soal komitmen mereka menjaga protokol kesehatan. “Nah, kalau tidak datang apa memang tidak mau berkomitmen terhadap itu? Ini tidak cukup diwakilkan oleh tim sukses atau cuma dihadiri calon wakil wali kota saja,” jelasnya.

Menurut Malik, sikap Eri Cahyadi itu mempertontonkan contoh buruk untuk masyarakat. “Hal semacam ini bisa dicontoh masyarakat. Bagaimana masyarakat mau berkomitmen kalau calon pemimpinnya seperti ini. Ingat, dua acara itu bukan sekedar seremoni loh,” pungkas Malik.

Komite Indpenden Pemantau Pemilu (KIPP) Jatim cukup menyayangkan ketidakhadiran pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji dalam deklarasi damai pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kota Surabaya.

"Karena deklarasi pemilu damai dengan agenda penandatanganan pakta integritas bukan sekedar acara seremonial biasa tiap 5 tahun sekali. Namun lebih dari itu sebagai bentuk penegasan komitmen bersama pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota untuk melaksanakan kampanye sesuai peraturan perundang-undangan," kata Ketua KIPP Jatim Novli Bernardo Thyssen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!