Tim Dilan Temukan Indikasi Jual Beli Suara di Pilwalkot Makassar
Minggu, 27 September 2020 - 12:59 WIB
Pengukuhan Tim Hukum Syamsu Rizal-Fadli Ananda beberapa waktu lalu. Foto: SINDOnews/Muhaimin Sunusi
MAKASSAR - Tim pasangan calon wali kota dan wakil wali Kota Makassar, Syamsu Rizal -Fadli Ananda (Dilan) menemukan dugaan kecurangan di masa kampanye pilkada . Indikasi kecurangan itu didapat Dilan dari sebuah video yang beredar.
Juru Bicara Dilan, Muhammad Fariz Zainal Islami mengatakan, dalam video itu memperlihatkan adanya pembagian beras kepada warga. Ia menduga, kejadian tersebut terjadi pada masa kampanye pilkada .
Baca juga: Tim Hukum Dilan Dikukuhkan, Siap Antisipasi Kecurangan Lawan
Fariz menyampaikan, video pembagian beras kepada warga itu patut diduga merupakan upaya membeli suara rakyat. Terlebih, diduga terjadi pada masa kampanye yang berlangsung mulai 26 September hingga 5 Desember.
"Ya bisa jadi mengarah ke situ, sudah mulai ada yang main beli suara. Hal ini mesti jadi perhatian Bawaslu untuk ditelusuri dan ditindak jika memang benar dugaan tersebut," kata Fariz, Minggu (27/9/2020).
Menurut Fariz, sudah bukan zamannya lagi membeli suara rakyat dengan materi, baik itu uang, beras maupun barang lain. Cara-cara kotor tersebut tidak akan melahirkan pemimpin baik. Olehnya itu, ia mengajak semua pihak, utamanya kandidat bersaing secara sehat.
Juru Bicara Dilan, Muhammad Fariz Zainal Islami mengatakan, dalam video itu memperlihatkan adanya pembagian beras kepada warga. Ia menduga, kejadian tersebut terjadi pada masa kampanye pilkada .
Baca juga: Tim Hukum Dilan Dikukuhkan, Siap Antisipasi Kecurangan Lawan
Fariz menyampaikan, video pembagian beras kepada warga itu patut diduga merupakan upaya membeli suara rakyat. Terlebih, diduga terjadi pada masa kampanye yang berlangsung mulai 26 September hingga 5 Desember.
"Ya bisa jadi mengarah ke situ, sudah mulai ada yang main beli suara. Hal ini mesti jadi perhatian Bawaslu untuk ditelusuri dan ditindak jika memang benar dugaan tersebut," kata Fariz, Minggu (27/9/2020).
Menurut Fariz, sudah bukan zamannya lagi membeli suara rakyat dengan materi, baik itu uang, beras maupun barang lain. Cara-cara kotor tersebut tidak akan melahirkan pemimpin baik. Olehnya itu, ia mengajak semua pihak, utamanya kandidat bersaing secara sehat.
Lihat Juga :