Serba-serbi Manten Expo, Harapan Baru di Tengah Pandemi COVID-19
Jum'at, 25 September 2020 - 02:27 WIB
(Baca juga: Simpan Sabu di Mobil, Sekretaris Partai Gerindra Dibekuk Polisi )
"Dengan adanya pameran ini, kita semua perias pengantin berharap bisa bangkit kembali," ujar Ambar. Ia juga meminta pemerintah bisa memahami keberlangsungan pekerja seni seandainya PSBB kembali diterapkan.
Penyelenggara pameran, Raka Maulana menjelaskan, Serba-serbi Manten Expo ini adalah pameran pernikahan terbesar dan terlengkap di Jawa Timur. Event pertama yang digelar di tengah Pandemi COVID-19 ini merupakan wadah bagi pengusaha wedding untuk kembali menggerakkan industri wedding.
"Tujuan kita mengadakan event ini adalah untuk menggerakkan industri wedding. Mulai dari Rias Pengantin dan busana Pengantin, dekorasi, desainer kebaya, wedding Organizer, Foto vidio, katering, Kartu undangan, Venue, entertain dan semuanya," paparnya.
Raka melanjutkan, Serba-serbi Manten Expo bertajuk Wedding Tangguh yang digelar 24-27 September 2020 ini menerapkan protokol kesehatan ketat. Hal itu semata-mata untuk menyelaraskan antara pentingnya menjaga kesehatan dan berjalannya roda perekonomian.
"Dengan adanya pameran ini, kita semua perias pengantin berharap bisa bangkit kembali," ujar Ambar. Ia juga meminta pemerintah bisa memahami keberlangsungan pekerja seni seandainya PSBB kembali diterapkan.
Penyelenggara pameran, Raka Maulana menjelaskan, Serba-serbi Manten Expo ini adalah pameran pernikahan terbesar dan terlengkap di Jawa Timur. Event pertama yang digelar di tengah Pandemi COVID-19 ini merupakan wadah bagi pengusaha wedding untuk kembali menggerakkan industri wedding.
"Tujuan kita mengadakan event ini adalah untuk menggerakkan industri wedding. Mulai dari Rias Pengantin dan busana Pengantin, dekorasi, desainer kebaya, wedding Organizer, Foto vidio, katering, Kartu undangan, Venue, entertain dan semuanya," paparnya.
Raka melanjutkan, Serba-serbi Manten Expo bertajuk Wedding Tangguh yang digelar 24-27 September 2020 ini menerapkan protokol kesehatan ketat. Hal itu semata-mata untuk menyelaraskan antara pentingnya menjaga kesehatan dan berjalannya roda perekonomian.
Lihat Juga :