PB Paguyuban Pasundan Desak KPU Tunda Pilkada Serentak 2020
Rabu, 23 September 2020 - 15:30 WIB
Prof Didi mengemukakan, PB Paguyuban Pasundan sudah berkonsultasi kebeberapa dokter ahli, khususnya dari Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (FK Unpas) yang mengatakan pelaksanaan pilkada justru akan meningkatkan risiko penularan COVID-19.
“Bayangkan jika pilkada dipaksakan pelaksanaannya. Bagiamana orang dengan mudah tertular COVID-19. Sekarang aja, sudah ada PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), sehari bisa tembus 4.000 orang (positif tertular COVID-19). Apalagi dalam pilkada biasanya ada kampanye dan lainnya yang jelas–jelas mengundang warga berkumpul dan berkerumun,” ujar Ketum PB Paguyuban Pasundan.
Karena itu, tutur Prof Didi, PB Paguyuban Pasundan berharap KPU akan kembali meninjau pelaksanaan pilkada agar ditunda hingga kondisi pandemi membaik.
“Usulan penundaan pilkada ini akan kami sempaikan melalui surat terbuka kepada KPU Jabar dan pusat. Semoga mereka bisa lebih bijak. Karena nyawa manusia saat ini sedang dipertaruhkan, jangan sampai dianggap main-main khususnya di Jawa Barat, umumnya warga Indonesia,” pungkas Prof Didi.
“Bayangkan jika pilkada dipaksakan pelaksanaannya. Bagiamana orang dengan mudah tertular COVID-19. Sekarang aja, sudah ada PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), sehari bisa tembus 4.000 orang (positif tertular COVID-19). Apalagi dalam pilkada biasanya ada kampanye dan lainnya yang jelas–jelas mengundang warga berkumpul dan berkerumun,” ujar Ketum PB Paguyuban Pasundan.
Karena itu, tutur Prof Didi, PB Paguyuban Pasundan berharap KPU akan kembali meninjau pelaksanaan pilkada agar ditunda hingga kondisi pandemi membaik.
“Usulan penundaan pilkada ini akan kami sempaikan melalui surat terbuka kepada KPU Jabar dan pusat. Semoga mereka bisa lebih bijak. Karena nyawa manusia saat ini sedang dipertaruhkan, jangan sampai dianggap main-main khususnya di Jawa Barat, umumnya warga Indonesia,” pungkas Prof Didi.
(awd)
Lihat Juga :