Ternyata Pelajar Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang Korban Bully

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:12 WIB
Polisi membeberkan bahwa pelajar MAN 3 Padang berinisial R (17) yang diduga meledakkan bom rakitan berdaya ledak rendah di lingkungan sekolah merupakan korban perundungan oleh teman-temannya.
PADANG - Polisi membeberkan bahwa pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat berinisial R (17) yang diduga meledakkan bom rakitan berdaya ledak rendah di lingkungan sekolah pada Selasa (14/7/2026) merupakan korban perundungan alias bullying oleh teman-temannya. R di-bully sejak ia duduk di kelas 2 MAN 3 Padang.

“Karena si anak dari duduk kelas 2 dia sudah di-bully. Sekarang dia sudah kelas 3. Sejak pertama duduk di kelas 2, dia sudah di-bully sama teman-teman kelasnya,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya saat dihubungi, Kamis (16/7/2026).

Dia menduga perundungan yang diterima R menimbulkan masalah psikologis sehingga melakukan aksi ledakan tersebut. “Jadi, tindakan ini kemungkinan merupakan akumulasi dari beban tekanan psikologis yang mendalam,” tuturnya.

Baca juga: Densus 88 Antiteror: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Berdaya Ledak Rendah

Sebelumnya, polisi memastikan ledakan yang sempat menggegerkan lingkungan sekolah itu berasal dari bom rakitan dengan daya ledak rendah atau low explosive. "Dari beberapa bom rakitan yang dibuat hanya satu meledak (low explosive) di samping kelas,” kata Jubir Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, Rabu (15/7/2026).

Mayndra menyebutkan, R belajar merakit bom dari internet dan terinspirasi kasus SMAN 72 Jakarta beberapa waktu lalu. “Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025,” ujar dia.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!