Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026

Jum'at, 03 Juli 2026 - 22:44 WIB
Untuk memperkuat layanan kepada konsumen, BYD menargetkan memiliki lebih dari 100 jaringan dealer di Indonesia hingga akhir 2026. Sekitar 95 persen di antaranya akan berkonsep 3S (sales, service, dan spare parts). Luther mengatakan dalam waktu lebih dari dua tahun BYD telah membangun hampir 100 jaringan dealer yang tersebar di berbagai daerah.

"Pada akhir tahun ini kami menargetkan lebih dari 100 jaringan dan lebih dari 95% merupakan jaringan 3S. Fokus kami sekarang sudah berkomitmen ke kota-kota tier dua, bukan hanya ibu kota provinsi," katanya.

Menurut dia, setelah memperkuat jaringan di sejumlah kota besar, BYD mulai memperluas ekspansi ke kota-kota tier dua, termasuk di Jawa Timur, agar masyarakat semakin mudah mengakses produk maupun layanan purnajual. Ia menilai pengembangan jaringan dealer harus berjalan seiring dengan kesiapan layanan aftersales dan ketersediaan suku cadang. Baca juga: Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik

"Jaringan penjualan harus diikuti perkembangan aftersales dan spare parts yang mumpuni. Kalau tidak, keduanya tidak akan saling mendukung dalam pengembangannya," terangnya.

Regional Manager After Sales BYD Indonesia Andre Obrien menambahkan seluruh suku cadang kendaraan BYD saat ini masih didatangkan dari China untuk memastikan kualitas produk dan kecepatan pasokan kepada konsumen. Meski demikian, seiring berkembangnya pasar kendaraan listrik di Indonesia dan bertambahnya jaringan dealer, perusahaan membuka peluang melakukan lokalisasi produksi suku cadang pada masa mendatang. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap kajian.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!