Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Jum'at, 03 Juli 2026 - 22:44 WIB
loading...
Pemprov Jawa Timur mendukung percepatan transisi menuju kendaraan ramah lingkungan melalui penyelenggaraan BYD Tech-Culture Fest 2026 di Fashion Atrium Pakuwon Mall Surabaya pada 2-5 Juli 2026. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
SURABAYA - Pemprov Jawa Timur mendukung percepatan transisi menuju kendaraan ramah lingkungan melalui penyelenggaraan BYD Tech-Culture Fest 2026 di Fashion Atrium Pakuwon Mall Surabaya pada 2-5 Juli 2026.
Ajang tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal teknologi kendaraan elektrifikasi sekaligus memperkuat ekosistem mobilitas hijau di Jawa Timur.
Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur MHD Aftabuddin Rijaluzzaman mengatakan, Surabaya tidak hanya menjadi pusat bisnis, tetapi juga terus berkembang sebagai ekosistem inovasi menuju kota cerdas dan berkelanjutan. Kegiatan seperti BYD Tech-Culture Fest menjadi instrumen penting untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai kendaraan listrik melalui pameran teknologi, aktivitas interaktif, hingga sesi test drive. Baca juga: Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
"Teknologi Dual Mode memberikan jawaban atas kebutuhan efisiensi tinggi dan jarak tempuh yang andal, baik untuk mobilitas di perkotaan seperti Surabaya maupun perjalanan antarkota. Ini adalah jembatan teknologi yang sempurna untuk mengakselerasi transisi energi tanpa mengorbankan fungsi mobilitas masyarakat," kata Aftabuddin, Jumat (3/7/2026).
Dia juga mengapresiasi ekspansi jaringan dealer BYD di Surabaya, Gresik, Madiun, hingga Banyuwangi. Menurutnya, makin luas jaringan penjualan dan layanan purnajual akan mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan elektrifikasi sekaligus mendukung target penurunan emisi karbon di sektor transportasi.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan Indonesia masih didominasi kendaraan berbahan bakar konvensional sehingga diperlukan solusi yang dapat menjadi jembatan menuju elektrifikasi penuh. Menurutnya, masih ada sekitar 65% kendaraan konvensional yang digunakan masyarakat.
”Perjalanan menuju elektrifikasi tidak bisa dipaksakan karena tidak semua pelanggan siap menggunakan kendaraan listrik murni, baik karena kesiapan infrastruktur maupun kebutuhan mobilitas. Karena itu kami menghadirkan teknologi Dual Mode agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan," ujarnya.
Luther menambahkan, teknologi Dual Mode tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin hanya bekerja ketika dibutuhkan. Sistem tersebut memungkinkan pengguna tetap merasakan pengalaman berkendara seperti mobil listrik dengan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.
Selain efisien dalam penggunaan energi, teknologi itu juga menawarkan biaya kepemilikan yang lebih rendah. Berdasarkan simulasi internal selama tiga tahun, BYD M6 Dual Mode mampu menekan biaya perawatan sekitar 30 persen dibandingkan kendaraan konvensional di segmen yang sama.
"Potensi penghematan ini didukung sistem Dual Mode yang mengoptimalkan penggunaan tenaga listrik dan mesin sesuai kebutuhan berkendara sehingga memberikan nilai kepemilikan yang lebih optimal dalam jangka panjang," katanya.
BYD Targetkan 100 Diler 3S
Untuk memperkuat layanan kepada konsumen, BYD menargetkan memiliki lebih dari 100 jaringan dealer di Indonesia hingga akhir 2026. Sekitar 95 persen di antaranya akan berkonsep 3S (sales, service, dan spare parts). Luther mengatakan dalam waktu lebih dari dua tahun BYD telah membangun hampir 100 jaringan dealer yang tersebar di berbagai daerah.
"Pada akhir tahun ini kami menargetkan lebih dari 100 jaringan dan lebih dari 95% merupakan jaringan 3S. Fokus kami sekarang sudah berkomitmen ke kota-kota tier dua, bukan hanya ibu kota provinsi," katanya.
Menurut dia, setelah memperkuat jaringan di sejumlah kota besar, BYD mulai memperluas ekspansi ke kota-kota tier dua, termasuk di Jawa Timur, agar masyarakat semakin mudah mengakses produk maupun layanan purnajual. Ia menilai pengembangan jaringan dealer harus berjalan seiring dengan kesiapan layanan aftersales dan ketersediaan suku cadang. Baca juga: Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
"Jaringan penjualan harus diikuti perkembangan aftersales dan spare parts yang mumpuni. Kalau tidak, keduanya tidak akan saling mendukung dalam pengembangannya," terangnya.
Regional Manager After Sales BYD Indonesia Andre Obrien menambahkan seluruh suku cadang kendaraan BYD saat ini masih didatangkan dari China untuk memastikan kualitas produk dan kecepatan pasokan kepada konsumen. Meski demikian, seiring berkembangnya pasar kendaraan listrik di Indonesia dan bertambahnya jaringan dealer, perusahaan membuka peluang melakukan lokalisasi produksi suku cadang pada masa mendatang. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap kajian.
Ajang tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal teknologi kendaraan elektrifikasi sekaligus memperkuat ekosistem mobilitas hijau di Jawa Timur.
Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur MHD Aftabuddin Rijaluzzaman mengatakan, Surabaya tidak hanya menjadi pusat bisnis, tetapi juga terus berkembang sebagai ekosistem inovasi menuju kota cerdas dan berkelanjutan. Kegiatan seperti BYD Tech-Culture Fest menjadi instrumen penting untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai kendaraan listrik melalui pameran teknologi, aktivitas interaktif, hingga sesi test drive. Baca juga: Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
"Teknologi Dual Mode memberikan jawaban atas kebutuhan efisiensi tinggi dan jarak tempuh yang andal, baik untuk mobilitas di perkotaan seperti Surabaya maupun perjalanan antarkota. Ini adalah jembatan teknologi yang sempurna untuk mengakselerasi transisi energi tanpa mengorbankan fungsi mobilitas masyarakat," kata Aftabuddin, Jumat (3/7/2026).
Dia juga mengapresiasi ekspansi jaringan dealer BYD di Surabaya, Gresik, Madiun, hingga Banyuwangi. Menurutnya, makin luas jaringan penjualan dan layanan purnajual akan mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan elektrifikasi sekaligus mendukung target penurunan emisi karbon di sektor transportasi.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan Indonesia masih didominasi kendaraan berbahan bakar konvensional sehingga diperlukan solusi yang dapat menjadi jembatan menuju elektrifikasi penuh. Menurutnya, masih ada sekitar 65% kendaraan konvensional yang digunakan masyarakat.
”Perjalanan menuju elektrifikasi tidak bisa dipaksakan karena tidak semua pelanggan siap menggunakan kendaraan listrik murni, baik karena kesiapan infrastruktur maupun kebutuhan mobilitas. Karena itu kami menghadirkan teknologi Dual Mode agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan," ujarnya.
Luther menambahkan, teknologi Dual Mode tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin hanya bekerja ketika dibutuhkan. Sistem tersebut memungkinkan pengguna tetap merasakan pengalaman berkendara seperti mobil listrik dengan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.
Selain efisien dalam penggunaan energi, teknologi itu juga menawarkan biaya kepemilikan yang lebih rendah. Berdasarkan simulasi internal selama tiga tahun, BYD M6 Dual Mode mampu menekan biaya perawatan sekitar 30 persen dibandingkan kendaraan konvensional di segmen yang sama.
"Potensi penghematan ini didukung sistem Dual Mode yang mengoptimalkan penggunaan tenaga listrik dan mesin sesuai kebutuhan berkendara sehingga memberikan nilai kepemilikan yang lebih optimal dalam jangka panjang," katanya.
BYD Targetkan 100 Diler 3S
Untuk memperkuat layanan kepada konsumen, BYD menargetkan memiliki lebih dari 100 jaringan dealer di Indonesia hingga akhir 2026. Sekitar 95 persen di antaranya akan berkonsep 3S (sales, service, dan spare parts). Luther mengatakan dalam waktu lebih dari dua tahun BYD telah membangun hampir 100 jaringan dealer yang tersebar di berbagai daerah.
"Pada akhir tahun ini kami menargetkan lebih dari 100 jaringan dan lebih dari 95% merupakan jaringan 3S. Fokus kami sekarang sudah berkomitmen ke kota-kota tier dua, bukan hanya ibu kota provinsi," katanya.
Menurut dia, setelah memperkuat jaringan di sejumlah kota besar, BYD mulai memperluas ekspansi ke kota-kota tier dua, termasuk di Jawa Timur, agar masyarakat semakin mudah mengakses produk maupun layanan purnajual. Ia menilai pengembangan jaringan dealer harus berjalan seiring dengan kesiapan layanan aftersales dan ketersediaan suku cadang. Baca juga: Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
"Jaringan penjualan harus diikuti perkembangan aftersales dan spare parts yang mumpuni. Kalau tidak, keduanya tidak akan saling mendukung dalam pengembangannya," terangnya.
Regional Manager After Sales BYD Indonesia Andre Obrien menambahkan seluruh suku cadang kendaraan BYD saat ini masih didatangkan dari China untuk memastikan kualitas produk dan kecepatan pasokan kepada konsumen. Meski demikian, seiring berkembangnya pasar kendaraan listrik di Indonesia dan bertambahnya jaringan dealer, perusahaan membuka peluang melakukan lokalisasi produksi suku cadang pada masa mendatang. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap kajian.
(poe)
Lihat Juga :