BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Rabu, 24 Juni 2026 - 10:25 WIB
Nurdin mengatakan, pengelolaan perbatasan tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga harus memahami realitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat perbatasan yang telah berlangsung secara turun-temurun.
“Wilayah perbatasan bukan sekadar garis pemisah antarnegara, melainkan ruang interaksi sosial, ekonomi, dan budaya yang telah berlangsung puluhan bahkan ratusan tahun,” ujarnya.
BNPP secara berkelanjutan telah melakukan identifikasi pemetaan jalur tidak resmi di berbagai wilayah perbatasan. Hasil pemetaan tersebut menunjukkan karakteristik yang beragam, mulai dari jalur yang dimanfaatkan untuk aktivitas sosial dan kekeluargaan hingga jalur yang berpotensi disalahgunakan untuk penyelundupan, perdagangan orang, perlintasan ilegal, hingga tindak pidana lintas negara.
“Survei ini bukan sekadar mencari keberadaan jalur, tetapi memahami karakteristiknya secara utuh, mulai dari pola pemanfaatan, tingkat kerawanan, hingga faktor-faktor yang mendorong masyarakat menggunakan jalur tersebut,” kata Nurdin.
Menurut dia, Kabupaten Belu memiliki posisi strategis dengan panjang garis batas lebih dari 100 kilometer dan dinamika lintas batas yang tinggi, sehingga memerlukan pengelolaan perbatasan terpadu.
“Wilayah perbatasan bukan sekadar garis pemisah antarnegara, melainkan ruang interaksi sosial, ekonomi, dan budaya yang telah berlangsung puluhan bahkan ratusan tahun,” ujarnya.
BNPP secara berkelanjutan telah melakukan identifikasi pemetaan jalur tidak resmi di berbagai wilayah perbatasan. Hasil pemetaan tersebut menunjukkan karakteristik yang beragam, mulai dari jalur yang dimanfaatkan untuk aktivitas sosial dan kekeluargaan hingga jalur yang berpotensi disalahgunakan untuk penyelundupan, perdagangan orang, perlintasan ilegal, hingga tindak pidana lintas negara.
“Survei ini bukan sekadar mencari keberadaan jalur, tetapi memahami karakteristiknya secara utuh, mulai dari pola pemanfaatan, tingkat kerawanan, hingga faktor-faktor yang mendorong masyarakat menggunakan jalur tersebut,” kata Nurdin.
Menurut dia, Kabupaten Belu memiliki posisi strategis dengan panjang garis batas lebih dari 100 kilometer dan dinamika lintas batas yang tinggi, sehingga memerlukan pengelolaan perbatasan terpadu.
Lihat Juga :