Embung Kekinian di Jakarta, Bukan Sekadar Tempat Menampung Air Hujan
Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:57 WIB
Embung Lapangan Merah, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Foto/Dzikry Subhanie
Data DSDA DKI Jakarta, kini terdapat 143 waduk/situ/embung di Ibu Kota. Jakarta Timur merupakan daerah yang paling banyak, dengan total mencapai 61. Sementara, Jakarta Pusat menjadi daerah yang paling sedikit, yakni hanya ada tiga waduk/situ/embung.
Di Jakarta, embung yang telah direvitalisasi memang kini bukan hanya berfungsi menampung air hujan. Warga sekitar embung atau bahkan dari luar Jakarta, bahkan rela datang untuk sekadar berolahraga. Hal ini tak terlepas dari banyaknya fasilitas penunjang di embung tersebut, antara lain jogging track.
"Saya lihat di Instagram, ada spot baru, istilahnya hidden gem. Ingin coba, penasaran. Sampai ke sini tadi masih sepi, jadi untuk olahraga enak," ujar Permana, warga Cilebut, Bogor, Jawa Barat, saat berkunjung ke Embung Pemuda, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (30/5/2026) pagi.
Embung Pemuda. Foto/Dzikry Subhanie
Syaiful Bahri, warga Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengaku sering berolahraga di Embung Pemuda, bahkan sebelum embung tersebut direvitalisasi. "Embung ini manfaatnya banyak sekali. Untuk olahraga, anak bermain, tempat berekreasi," kata pria berusia 58 tahun tersebut.
Dua embung yang diresmikan Gubernur DKI Jakarta pada 19 Mei 2026 adalah Embung Jagakarsa dan Embung Pemuda. Kedua embung tersebut terletak di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengapresiasi atas pembangunan Embung Jagakarsa dan Embung Pemuda. Menurutnya, keberadaan embung menjadi kabar baik bagi masyarakat Jagakarsa maupun warga Jakarta Selatan secara umum. "Karena itu bisa mengurangi debit daripada banjir yang ada di Jakarta Selatan," kata Wibi, Selasa (19/5/2026).
Diketahui, Embung Jagakarsa dibangun pada 2023, sedangkan penataan lanskapnya dilakukan pada 2025. Embung ini memiliki luas penampang basah 3.423 meter persegi, kedalaman empat meter, volume tampungan 13.692 meter kubik, serta luas daerah tangkapan air 561 hektare. Infrastruktur tersebut berfungsi mengurangi genangan di wilayah RW 05 dan RW 06 Kelurahan Lenteng Agung, sekaligus membantu mengatur debit air Kali Mampang menuju Kali Krukut.
Sementara, Embung Pemuda dibangun pada 2024 dan penataan lanskapnya dilakukan pada 2025. Embung ini memiliki luas penampang basah 8.718 meter persegi, kedalaman 4 meter, volume tampungan 34.872 meter kubik, serta luas daerah tangkapan air 374,73 hektare. Di sekitar embung terdapat dua saluran penghubung, yakni PHB Babakan Atas dan PHB Babakan Bawah.
Lihat Juga :