Deteksi Kesehatan Dini di Cirebon, 6 dari 10 Peserta Berisiko Tinggi
Selasa, 26 Mei 2026 - 12:46 WIB
Dexa Group melalui Dharma Dexa menggelar cek kesehatan gratis di Stadion Bima, Cirebon, Minggu (24/5/2026). Sebanyak 582 warga mengikuti skrining tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara gratis. Foto/Dok. SindoNews
CIREBON - Program cek kesehatan gratis di Kota Cirebon baru menyentuh 21% dari target sepanjang 2025. Sebagai bentuk dukungan program prioritas Kementerian Kesehatan itu, Dexa Group melalui Dharma Dexa membawa Cek Segitiga untuk pertama kalinya ke kota ini.
Di Stadion Bima, Minggu (24/5/2026), 582 warga mengikuti skrining tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara gratis. Hasilnya 62,7% terdeteksi berisiko tinggi penyakit tidak menular. Rinciannya, 40,5% mengalami hipertensi, 31,6% kadar kolesterol tinggi, dan 14,1% terindikasi diabetes. Kelompok usia 41 hingga 60 tahun mendominasi peserta. Baca juga: Punya Kolesterol Tinggi? Hindari 5 Sarapan Ini Agar Jantung Tetap Sehat
Dokter Umum RS Mitra Plumbon Cirebon, dr Ruhil S, menyebut temuan ini mencerminkan pola yang ia temui di ruang perawatan setiap harinya. "Di rumah sakit kami cukup sering menemukan pasien yang sebelumnya tidak mengetahui memiliki hipertensi atau diabetes, tetapi sudah datang dengan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, atau gangguan ginjal. Karena itu skrining kesehatan menjadi penting untuk deteksi dini," katanya.
Ia menambahkan pola makan sehari-hari sebagai akar masalah yang berulang. "Banyak peserta memiliki pola konsumsi tinggi garam, makanan cepat saji, hingga asupan gula berlebih. Kondisi ini berkaitan langsung dengan risiko hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes," jelasnya.
Di Stadion Bima, Minggu (24/5/2026), 582 warga mengikuti skrining tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara gratis. Hasilnya 62,7% terdeteksi berisiko tinggi penyakit tidak menular. Rinciannya, 40,5% mengalami hipertensi, 31,6% kadar kolesterol tinggi, dan 14,1% terindikasi diabetes. Kelompok usia 41 hingga 60 tahun mendominasi peserta. Baca juga: Punya Kolesterol Tinggi? Hindari 5 Sarapan Ini Agar Jantung Tetap Sehat
Dokter Umum RS Mitra Plumbon Cirebon, dr Ruhil S, menyebut temuan ini mencerminkan pola yang ia temui di ruang perawatan setiap harinya. "Di rumah sakit kami cukup sering menemukan pasien yang sebelumnya tidak mengetahui memiliki hipertensi atau diabetes, tetapi sudah datang dengan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, atau gangguan ginjal. Karena itu skrining kesehatan menjadi penting untuk deteksi dini," katanya.
Ia menambahkan pola makan sehari-hari sebagai akar masalah yang berulang. "Banyak peserta memiliki pola konsumsi tinggi garam, makanan cepat saji, hingga asupan gula berlebih. Kondisi ini berkaitan langsung dengan risiko hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes," jelasnya.
Lihat Juga :