Tak Ingin Punah, Warga Desa Milatiharjo Tanam Kopi Liberika
Minggu, 20 September 2020 - 18:29 WIB
Harganya yang lebih mahal bila dibandingkan dengan kopi robusta, dan kopi arabika, ternyata tidak membuat para pecinta kopi surut langkah mencari kopi liberika. " Kopi liberika memiliki aroma buah nangka yang khas, dan kadar kafeinnya rendah," ujar Widodo.
(Baca juga: KPU Jatim: Penundaan Pilkada Serentak Kewenangan Pemerintah Pusat )
Sejak tahun 1999, Widodo menggeluti usaha membudidayakan kopi liberika, hal ini silakukannya demu menjaga kelestarian kopi liberika tersebut di wilayah Kabupaten Kendal. Harga bibitnya sekitar Rp2.000/batang.
Kopi liberika ini, masih dibudidayakan oleh sebagian kecil petani kopi di Kabupaten Kendal. Luasan lahannya sekitar 50 hektar. Diharapkannya, budidaya kopi liberika ini terus berkembang.
(Baca juga: KPU Jatim: Penundaan Pilkada Serentak Kewenangan Pemerintah Pusat )
Sejak tahun 1999, Widodo menggeluti usaha membudidayakan kopi liberika, hal ini silakukannya demu menjaga kelestarian kopi liberika tersebut di wilayah Kabupaten Kendal. Harga bibitnya sekitar Rp2.000/batang.
Kopi liberika ini, masih dibudidayakan oleh sebagian kecil petani kopi di Kabupaten Kendal. Luasan lahannya sekitar 50 hektar. Diharapkannya, budidaya kopi liberika ini terus berkembang.
(eyt)
Lihat Juga :