Akademisi: Penyampaian Fakta soal Papua Harus Berimbang dan Disertai Solusi
Rabu, 13 Mei 2026 - 20:25 WIB
“Hanya saja memang harus ada keberimbangan fakta. Fakta tentang Papua, misalnya mana yang sudah baik dan mana yang belum baik. Semua itu harus diungkap untuk memastikan bahwa tidak ada yang disembunyikan di Papua,” kata Kadri.
Keberimbangan informasi penting agar publik tidak memperoleh gambaran yang bias terhadap kondisi Papua. Di satu sisi, kemajuan pembangunan harus diakui, tetapi di sisi lain berbagai tantangan sosial, pembangunan, dan keamanan juga tidak boleh diabaikan.
Menurut dia, penyampaian fakta semestinya tidak berhenti pada pengungkapan masalah, melainkan harus diikuti dengan gagasan dan solusi yang dapat mendorong perbaikan kehidupan masyarakat Papua. “Kalau ada fakta seperti soal pembangunan, ada persoalan di mana, cara menyelesaikannya bagaimana, stabilitas keamanan seperti apa. Sepanjang yang dilakukan itu bisa memberi kontribusi untuk kehidupan lebih bagus di Papua wajib harus kita support,” ungkapnya.
Kadri juga mengingatkan pentingnya mempertimbangkan aspek sosiologis dan etika dalam menyampaikan isu Papua kepada publik. Sebab, suatu cara yang dianggap baik oleh sebagian pihak belum tentu diterima oleh kelompok masyarakat lainnya.
“Persoalan cara memang tidak semua orang bisa menerima. Pertimbangan sosiologis perlu diperhatikan. Jangan sampai dengan niat baik kita menyampaikan sesuatu, tetapi justru menyakiti pihak lain. Itu tidak bagus,” katanya.
Keberimbangan informasi penting agar publik tidak memperoleh gambaran yang bias terhadap kondisi Papua. Di satu sisi, kemajuan pembangunan harus diakui, tetapi di sisi lain berbagai tantangan sosial, pembangunan, dan keamanan juga tidak boleh diabaikan.
Menurut dia, penyampaian fakta semestinya tidak berhenti pada pengungkapan masalah, melainkan harus diikuti dengan gagasan dan solusi yang dapat mendorong perbaikan kehidupan masyarakat Papua. “Kalau ada fakta seperti soal pembangunan, ada persoalan di mana, cara menyelesaikannya bagaimana, stabilitas keamanan seperti apa. Sepanjang yang dilakukan itu bisa memberi kontribusi untuk kehidupan lebih bagus di Papua wajib harus kita support,” ungkapnya.
Kadri juga mengingatkan pentingnya mempertimbangkan aspek sosiologis dan etika dalam menyampaikan isu Papua kepada publik. Sebab, suatu cara yang dianggap baik oleh sebagian pihak belum tentu diterima oleh kelompok masyarakat lainnya.
“Persoalan cara memang tidak semua orang bisa menerima. Pertimbangan sosiologis perlu diperhatikan. Jangan sampai dengan niat baik kita menyampaikan sesuatu, tetapi justru menyakiti pihak lain. Itu tidak bagus,” katanya.
Lihat Juga :