DPMPTSP Bontang Ditarget Tingkatkan Nilai Investasi 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 18:34 WIB
3. Bontang Barat (Hub Perdagangan): Sektor jasa dan kuliner (restoran) mendominasi diperkuat dengan hadirnya pemain besar seperti Fast Food Indonesia yang menunjukkan kuatnya daya beli warga

Dampak nyata dari derasnya arus investasi ini adalah terciptanya lapangan kerja. Tercatat pada Triwulan I 2026 saja, aktivitas investasi telah berhasil menyerap 939 Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Terlebih lagi, dengan dukungan infrastruktur mapan seperti Pupuk Kaltim dan Badak LNG. Kemudian, kemudahan perizinan melalui sistem OSS RBA, Bontang kini bersaing ketat dengan wilayah kaya lainnya seperti Balikpapan dan Kutai Timur dalam jajaran pemilik target investasi tertinggi di Bumi Etam.

"Tentunya optimistis dapat mencapai target Rp3,4 triliun pada 2026. Dengan dukungan infrastruktur yang ada dan kemudahan perizinan yang terus kami perbaiki, kami yakin para investor akan semakin tertarik untuk menanamkan modalnya di Bontang," ucapnya.

Aspian juga turut mengundang para pelaku usaha untuk melirik potensi kota ini lebih dalam. "Kami mengundang investor untuk melihat Bontang bukan hanya sebagai kota industri, tapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan di masa depan," katanya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!