Anak-anak Sudah Melek Digital, Negara Hadir Melindungi
Jum'at, 01 Mei 2026 - 14:02 WIB
Pemerintah memperkuat implementasi PP TUNAS melalui Diskusi Publik Bersama PP TUNAS: Ruang Digital Diawasi, Anak Terlindungi di Bali, Rabu (29/4/2026). Foto/Ist
DENPASAR - Pemerintah memperkuat implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) melalui Diskusi Publik “Bersama PP TUNAS: Ruang Digital Diawasi, Anak Terlindungi” di Bali, Rabu (29/4/2026).
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Mediodecci Lustarini menegaskan bahwa urgensi PP Tunas berangkat dari meningkatnya risiko serius yang dihadapi anak di ruang digital, terutama terkait kesehatan mental.
Baca juga: Komdigi Suruh TikTok Hapus 780 Ribu Akun Anak, Platform Lain Siap-siap!
“Ruang digital tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga memengaruhi perkembangan mental anak. Ini yang harus kita kelola bersama,” ujarnya.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: persentase siswa yang memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup meningkat 1,6 kali lipat dalam periode 2015–2023, sementara percobaan bunuh diri meningkat hingga 2,7 kali lipat. Dengan penetrasi internet yang telah melampaui 80 persen atau sekitar 229 juta pengguna, anak menjadi kelompok dominan dalam ekosistem digital.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Mediodecci Lustarini menegaskan bahwa urgensi PP Tunas berangkat dari meningkatnya risiko serius yang dihadapi anak di ruang digital, terutama terkait kesehatan mental.
Baca juga: Komdigi Suruh TikTok Hapus 780 Ribu Akun Anak, Platform Lain Siap-siap!
“Ruang digital tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga memengaruhi perkembangan mental anak. Ini yang harus kita kelola bersama,” ujarnya.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: persentase siswa yang memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup meningkat 1,6 kali lipat dalam periode 2015–2023, sementara percobaan bunuh diri meningkat hingga 2,7 kali lipat. Dengan penetrasi internet yang telah melampaui 80 persen atau sekitar 229 juta pengguna, anak menjadi kelompok dominan dalam ekosistem digital.
Lihat Juga :