Haul ke-74 Pengasuh Pesantren Mamba'ul Ma'arif Jombang, Nyai Nur Khodjah Pelopor Pendiri Ponpes Putri se-Indonesia

Minggu, 15 Maret 2026 - 11:05 WIB
Baca juga: Bupati Cilacap Minta Sekda Kumpulkan Uang untuk THR, Terkumpul Rp610 Juta

Artinya, jika dikonversikan ke hitungan masehi, Nyai Nur Khodijah wafat pada Ahad, 15 Mei 1955 dalam usia 63 tahun. Sementara Kiai Bisri Syansuri wafat pada 10 Jumadil Akhir 1440 H, atau Jumat, 25 April 1980 dalam usia 93 tahun.

"Dalam buku "Risalah Akhir Sanah" tertulis kewafatan Nyai Nur pada 22 Ramadan 1375. Agaknya keliru sedikit terkait tahun, yang semestinya adalah 22 Ramadan 1374," sebutnya.

"Bermakna pula, bahwa lahir dan wafatnya Nyai Nur Khodijah sama-sama pada bulan yang paling mulia, Ramadan. Tanggal lahir dan wafatnya berurutan. Lahir pada 21 Ramadhan 1314, dan wafatnya pada 22 Ramadhan 1374," sambung M Faishol.

Perlu diketahui, Nyai Nur Khodijah dikenal sebagai Bu Nyai pelopor pendidikan pesantren putri pertama di Indonesia, yang lembut, sabar, cerdas, tegas, disiplin dan ahli tirakat. Sekitar 38 tahun, Nyai Nur mendampingi Kiai Bisri Syansuri dalam kepengasuhan Pesantren Denanyar.

Pernikahan Kiai Hasbullah dan Nyai Lathifah melahirkan tujuh putra-putri yaitu Abdul Wahab, Abdul Hamid, Nur Khodijah, Abdurrohim, Fathimah, Sholihah, Zuhriyah, dan Aminaturrohiyah.

Putra pertama, Kiai Abdul Wahab lahir pada 1887, kemudian disusul Kiai Abdul Hamid sebagai putra kedua yang lahir pada 1890, dan Nyai Nur Khodijah sebagai putri yang ketiga lahir pada 1897, persisnya pada 23 Februari 1897, setelah dikonversi dari arsip ANRI, "Pendaftaran Orang Indonesia yang Terkemuka yang Ada di Jawa", yaitu 21 Ramadhan 1314 Hijriah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!