Pasokan Biodesel Dukung Pengembangan Swasembada Energi

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:09 WIB
Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Edi Wibowo menekankan program mandatori biodiesel merupakan upaya strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis sawit.

Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan rantai pasok biodiesel, mulai dari ketersediaan CPO, kapasitas produksi, hingga koordinasi dari hulu ke hilir. Tantangan muncul karena CPO juga dibutuhkan untuk pangan dan ekspor serta mayoritas perkebunan dikelola swasta.

Dalam sesi panel, PYC dan IREEM memaparkan hasil kolaborasi studi yang menggunakan pendekatan pemodelan system dynamics untuk memproyeksikan kemampuan rantai pasok biodiesel dalam mendukung pemenuhan target bauran energi nasional.

Research Coordinator PYC Massita Ayu Cindy menyampaikan rekomendasi kebijakan utama yaitu B40 dipertahankan sebagai baseline mandatori. Hasil pemodelan menunjukkan pada baseline B40, rasio supply-demand biodiesel turun di bawah 100% mulai sekitar 2042.

Sementara, skenario eskalasi blending B50–B90 mempercepat tekanan sistem, di mana rasio supply-demand biodiesel turun di bawah 100% mulai 2030, sehingga kebijakan di atas B40 secara praktis mempercepat risiko defisit pasokan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!