Sinergi Lapas Cipinang-Polri Usut Dugaan Pelanggaran Vape Etomidate

Sabtu, 07 Februari 2026 - 07:50 WIB
Dalam skema sinergi tersebut, kepolisian menangani aspek penyidikan pidana, sementara Lapas Cipinang fokus pada pengamanan internal dan penegakan disiplin pemasyarakatan. Kedua warga binaan langsung ditempatkan di Blok Restoratif guna memastikan situasi tetap kondusif selama proses berjalan.

Lapas Cipinang juga melakukan evaluasi pengamanan sebagai bagian dari dukungan terhadap proses penyidikan Polri, termasuk membuka akses data dan keterangan yang dibutuhkan penyidik. “Sinergi ini penting agar penanganan kasus tidak tumpang tindih dan tetap sesuai kewenangan masing-masing,” tutur Wachid.

Wachid menegaskan, kolaborasi dengan kepolisian tidak berhenti pada kasus ini saja, melainkan menjadi pola kerja berkelanjutan dalam mencegah kejahatan dari balik tembok lapas. “Kami dan Kepolisian memiliki tujuan yang sama: menjaga keamanan, mencegah kejahatan, dan melindungi masyarakat. Karena itu, koordinasi lintas lembaga harus kuat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, Lapas Cipinang terbuka terhadap supervisi dan pengawasan eksternal sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik. Melalui sinergi lapas dan Polri, Wachid menilai potensi pelanggaran dapat ditekan sejak dini.

Ia memastikan Lapas Cipinang mendukung penuh langkah penegakan hukum apabila ditemukan unsur pidana dalam pengembangan kasus. “Prinsip kami jelas: siapa pun yang melanggar aturan akan diproses sesuai hukum. Sinergi dengan kepolisian memastikan proses itu berjalan adil dan transparan,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!