Bandel, Puluhan Pelanggar Protokol Kesehatan Terjaring di 3 Pasar
Rabu, 16 September 2020 - 16:21 WIB
Tiga pasar tradisional di Kota Semarang, Jateng menjadi sasaran operasi bersama penegakan protokol kesehatan (prokes), Rabu (16/9/2020). Foto/Ist
Tiga pasar tradisional di Kota Semarang , Jateng menjadi sasaran operasi bersama penegakan protokol kesehatan (prokes), Rabu (16/9/2020). Puluhan pelanggar dijaring dan dihukum di Pasar Johar Baru, Pasar Karangayu dan Pasar Sampangan. (Baca juga: Wow, Pesaing Gibran di Pilwalkot Solo Ini Klaim Raih 60% Dukungan Pemilih)
Hukumannya antara lain push up, membersihkan sampah, dan menyanyi lagu kebangsaan. Mereka juga diberi peringatan dengan mengisi pernyataan tertulis dan kartu tanda penduduk (KTP)-nya disita selama seminggu. (Baca juga: Waduh, Ada Peternakan Babi dan Cucian Pasir di KKOP Bandara Hang Nadim)
Salah satunya Agus Setyawan (31) yang terjaring operasi di Pasar Johar. Ia mengaku malu tertangkap basah tidak bermasker. “Malu rasanya. Ya nanti pakai (masker) terus. Apalagi tadi dibilangin pak Ganjar, kalau tidak pakai masker lagi, dihukum lari keliling pasar selama 10 kali," ungkap Agus yang kuli panggul ini. (Baca juga: Ditanya Kekayaan Pribadi, Penantang Gibran Ini Ngaku Hanya Penjahit Kampung)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo turut memantau pelaksanaan operasi di Pasar Johar dan Pasar Karangayu, serta menyaksikan para pelanggar protokol menjalani rapid tes setelah menjalani hukuman. Ganjar menyebut bahwa Kota Semarang menjadi perhatian karena memiliki tingkat penularan COVID-19 tertinggi di Jateng.
Hukumannya antara lain push up, membersihkan sampah, dan menyanyi lagu kebangsaan. Mereka juga diberi peringatan dengan mengisi pernyataan tertulis dan kartu tanda penduduk (KTP)-nya disita selama seminggu. (Baca juga: Waduh, Ada Peternakan Babi dan Cucian Pasir di KKOP Bandara Hang Nadim)
Salah satunya Agus Setyawan (31) yang terjaring operasi di Pasar Johar. Ia mengaku malu tertangkap basah tidak bermasker. “Malu rasanya. Ya nanti pakai (masker) terus. Apalagi tadi dibilangin pak Ganjar, kalau tidak pakai masker lagi, dihukum lari keliling pasar selama 10 kali," ungkap Agus yang kuli panggul ini. (Baca juga: Ditanya Kekayaan Pribadi, Penantang Gibran Ini Ngaku Hanya Penjahit Kampung)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo turut memantau pelaksanaan operasi di Pasar Johar dan Pasar Karangayu, serta menyaksikan para pelanggar protokol menjalani rapid tes setelah menjalani hukuman. Ganjar menyebut bahwa Kota Semarang menjadi perhatian karena memiliki tingkat penularan COVID-19 tertinggi di Jateng.
Lihat Juga :