Kongres IAP Jakarta 2025, Mewujudkan Kota Global di Usia 500 Tahun
Rabu, 17 Desember 2025 - 15:06 WIB
Senior Planner IAP Hendricus Andy Simarmata mengatakan, Oxford Economics pada 2024 meluncurkan data Global Cities Index yang menyebutkan Jakarta berada pada peringkat 284. "Nilai indeks Jakarta tergolong rendah, apalagi terkait quality of life dan environment," tegas Andy.
Untuk bisa memenuhi kriteria sebagai kota global, Andy menegaskan ada tahapan yang harus dilakukan dan menjadi satu kesatuan. Program tersebut adalah Dietary, Diplomasi, dan Institusionalisasi.
"Dietary program bertujuan membagi peran Jakarta dengan Nusantara yang ada di Penajam, kemudian ruang industri digeser ke kota sekitarnya, untuk pendidikan tinggi perannya ada di Serpong dan Depok. Dan yang tak kalah penting adalah meningkatkan dan melakukan koneksi tranportasi publik dan mendorong meminimalis pengunaan mobil,"paparnya.
Andy juga memberikan program ini dengan membangun sewerage system dan pengurangan pencemaran udara, program affordable housing dan infrastruktur yang berkualitas, memperluas ruang terbuka hijau dan regenarasi taman. Kemudian mengurangi penggunaan air tanah dan memperluas jaringan air pipa PDAM hingga perbaikan kampung dari hulu ke hilir.
Terkait program diplomasi, sebuah kota harus aktif dalam komunitas global, membuat event international dengan peningkatan fasilitas standar internasional juga. Kemudian melakukan program sister city dan terus melakukan branding Jakarta sebagai kota terbuka dan berbudaya.
Sementara program instusionalisasi, pemerintah harus menurunkan filosofi kota global ini ke dalam aturan ruang dan kebijakan pembangunan. Juga melibatkan dunia usaha, dunia pendidikan dan penelitian. Kemudian meningkatkan daya saing budaya dam industri kreatif global dan juga terus melakukan sosialisasi melalui beragam media dan pelibatan anak muda sebagai ambassador kota global.
Staf khusus Gubernur Bidang Pembangunan dan Tata Kota DKI Jakarta Nirwono Joga mengatakan, untuk menuju kota global, pemprov melakukan program untuk 5 tahun ke depan terkait dengan jabatan pemimpimnya. Saat ini ada tiga isu penting di Jakarta yaitu masalah banjir, kemacetan lalu lintas dan panas ekstrem. “Nah, program yang kita lakukan dalam kepemimpinan gubernur saat ini fokus pada masalah tersebut," jelasnya.
Nirwono menjelaskan saat ini program yang sedang berjalan adalah pengembahan RTH seperti 300 lokasi penghijauan kolong jalan layang dan jembatan, pembuatan 267 Urban Micro Park di kelurahan, penataan taman, setu, danau, waduk. Lalu penanaman mangrove sepanjang 32 kilomter hingga penananam 500 ribu pohon baru dengan target RTH 2030 mencapai 10%.
Untuk bisa memenuhi kriteria sebagai kota global, Andy menegaskan ada tahapan yang harus dilakukan dan menjadi satu kesatuan. Program tersebut adalah Dietary, Diplomasi, dan Institusionalisasi.
"Dietary program bertujuan membagi peran Jakarta dengan Nusantara yang ada di Penajam, kemudian ruang industri digeser ke kota sekitarnya, untuk pendidikan tinggi perannya ada di Serpong dan Depok. Dan yang tak kalah penting adalah meningkatkan dan melakukan koneksi tranportasi publik dan mendorong meminimalis pengunaan mobil,"paparnya.
Andy juga memberikan program ini dengan membangun sewerage system dan pengurangan pencemaran udara, program affordable housing dan infrastruktur yang berkualitas, memperluas ruang terbuka hijau dan regenarasi taman. Kemudian mengurangi penggunaan air tanah dan memperluas jaringan air pipa PDAM hingga perbaikan kampung dari hulu ke hilir.
Terkait program diplomasi, sebuah kota harus aktif dalam komunitas global, membuat event international dengan peningkatan fasilitas standar internasional juga. Kemudian melakukan program sister city dan terus melakukan branding Jakarta sebagai kota terbuka dan berbudaya.
Sementara program instusionalisasi, pemerintah harus menurunkan filosofi kota global ini ke dalam aturan ruang dan kebijakan pembangunan. Juga melibatkan dunia usaha, dunia pendidikan dan penelitian. Kemudian meningkatkan daya saing budaya dam industri kreatif global dan juga terus melakukan sosialisasi melalui beragam media dan pelibatan anak muda sebagai ambassador kota global.
Staf khusus Gubernur Bidang Pembangunan dan Tata Kota DKI Jakarta Nirwono Joga mengatakan, untuk menuju kota global, pemprov melakukan program untuk 5 tahun ke depan terkait dengan jabatan pemimpimnya. Saat ini ada tiga isu penting di Jakarta yaitu masalah banjir, kemacetan lalu lintas dan panas ekstrem. “Nah, program yang kita lakukan dalam kepemimpinan gubernur saat ini fokus pada masalah tersebut," jelasnya.
Nirwono menjelaskan saat ini program yang sedang berjalan adalah pengembahan RTH seperti 300 lokasi penghijauan kolong jalan layang dan jembatan, pembuatan 267 Urban Micro Park di kelurahan, penataan taman, setu, danau, waduk. Lalu penanaman mangrove sepanjang 32 kilomter hingga penananam 500 ribu pohon baru dengan target RTH 2030 mencapai 10%.
Lihat Juga :