Gubernur Victoria Berkunjung ke GSM, Rizal Ungkap Mimpinya saat Sekolah di Australia
Jum'at, 21 November 2025 - 16:05 WIB
Kunjungan dari gubernur negara bagian Victoria, Australia ini terjadi di SDN Kalisongo, Kabupaten Kulonprogo, yaitu salah satu sekolah yang telah ditransformasikan oleh GSM. Tidak hanya dihadiri oleh warga sekolah, acara tersebut turut diramaikan oleh banyak pegiat komunitas GSM dari seantero Indonesia yang datang atas kemauan sendiri.
Mulai dari GSM Gunung Kidul, Kulonprogo, Yogyakarta, Semarang, Jepara, Pemalang, Boyolali, sampai Pangandaran. Kehadiran para guru ini menjadi sebuah pertanda bahwa masih ada harapan untuk terjadinya transformasi bagi pendidikan di Indonesia. “You are not visiting a school today. You are visiting a community, a family, a living movement of teachers who are shaping a new culture of learning in Indonesia,” tegas Rizal saat menyambut para tamu.
Rizal juga membahas soal napak tilas bagaimana ia dan partnernya terinspirasi untuk memboyong kualitas pendidikan di Australia ke tanah kelahirannya, dengan kultur setempat serta spirit perjuangan guru yang tidak pernah putus, dalam menginginkan perubahan. Sebuah proses yang awalnya hanya berdampak bagi sepuluh sekolah, lalu kian berkembang hingga ribuan sekolah.
Rizal percaya bahwa pendidikan di Indonesia tidak bisa dilakukan hanya melalui kebijakan publik semata. Namun, harus juga didasarkan pada hubungan yang baik antara sesama pihak yang percaya pada perubahan.
Bahwa mesti ada kerja sama saling belajar, mendengarkan, dan menumbuhkan. Dengan bangga, Rizal menyampaikan terima kasih sekaligus memperlihatkan bukti dari perjuangannya mengintegrasikan praktik terbaik pendidikan global dengan kebudayaan setempat.
Mulai dari GSM Gunung Kidul, Kulonprogo, Yogyakarta, Semarang, Jepara, Pemalang, Boyolali, sampai Pangandaran. Kehadiran para guru ini menjadi sebuah pertanda bahwa masih ada harapan untuk terjadinya transformasi bagi pendidikan di Indonesia. “You are not visiting a school today. You are visiting a community, a family, a living movement of teachers who are shaping a new culture of learning in Indonesia,” tegas Rizal saat menyambut para tamu.
Rizal juga membahas soal napak tilas bagaimana ia dan partnernya terinspirasi untuk memboyong kualitas pendidikan di Australia ke tanah kelahirannya, dengan kultur setempat serta spirit perjuangan guru yang tidak pernah putus, dalam menginginkan perubahan. Sebuah proses yang awalnya hanya berdampak bagi sepuluh sekolah, lalu kian berkembang hingga ribuan sekolah.
Rizal percaya bahwa pendidikan di Indonesia tidak bisa dilakukan hanya melalui kebijakan publik semata. Namun, harus juga didasarkan pada hubungan yang baik antara sesama pihak yang percaya pada perubahan.
Bahwa mesti ada kerja sama saling belajar, mendengarkan, dan menumbuhkan. Dengan bangga, Rizal menyampaikan terima kasih sekaligus memperlihatkan bukti dari perjuangannya mengintegrasikan praktik terbaik pendidikan global dengan kebudayaan setempat.
Lihat Juga :