Krisis Pemulia Tanaman Berpotensi Ancam Ketahanan Pangan Nasional

Rabu, 12 November 2025 - 19:57 WIB
Ketua Peripi Muhamad Syukur mengatakan, peran pemuliaan tanaman sangat sentral terhadap peningkatan kualitas dan produktivitas pertanian. Terlebih, pada 2050 Indonesia harus dapat menghasilkan jumlah pangan dua kali lipat dibanding sekarang, karena jumlah penduduk semakin meningkat.

Sementara di sisi lain, tantangan lingkungan juga akan semakin berat. “Itu semua hanya bisa diatasi dengan menghasilkan varietas-varietas yang adaptif terhadap cekaman lingkungan dan punya produktivitas tinggi,” tegasnya.

Persoalannya jumlah pemulia tanaman di Indonesia saat ini sangat jauh dari ideal dan tidak sebanding dengan kebutuhan pengembangan varietas baru. Dari sekitar 1.000 pemulia tanaman yang terdaftar di Peripi, mungkin hanya separuh bahkan seperempatnya atau 250 orang yang benar-benar melakukan kegiatan pemuliaan. Padahal saat ini dibutuhkan minimal 10.000 pemulia tanaman untuk melayani petani sekitar 30 juta petani Indonesia.

Baca juga: Inovasi Energi Bersih Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Syukur berharap penyelenggaraan IBA 2025 dapat menjadi pupuk buat pengembangan riset dan pemuliaan tanaman di Indonesia. “Harapannya orang akan menjadi semangat karena dihargai,” ujarnya.

Managing Director Ewindo Glenn Pardede menjelaskan penelitian atau pemuliaan tanaman adalah cara bermakna untuk berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. “Breeding is Giving bukan sekadar tema—melainkan komitmen kami untuk menciptakan dampak yang lebih besar. Benih adalah titik awal dari sistem pangan yang berkelanjutan,” ujar Glenn Pardede.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!