Kisah Gumbreg, Pasukan Barisan Berani Mati Bung Tomo yang Tembak Pesawat Tempur di Perang November 1945

Rabu, 05 November 2025 - 07:23 WIB
Bahkan, pemuda asal Jember itu rela tidak digaji menjadi pasukan Barisan Berani Mati karena memang seluruh anggota pasukan ini sama sekali tidak mengharapkan gaji dan semata-mata ingin mengorbankan nyawanya demi kemerdekaan Indonesia. Rekam jejaknya membuat Belanda dan sekutunya susah payah menguasai kembali Surabaya dan sekitarnya yang awalnya diprediksi mudah.

Seorang pemuda lainnya asal Jember bahkan rela mendaftarkan diri sebagai pasukan Barisan Berani Mati terlihat tidak meyakinkan secara penampilannya. Dia datang dari Jember menuju Surabaya memakai sarung lusuh dan hem yang kucel.

Belakangan dia ingin mendaftarkan diri sebagai anggota pasukan Barisan Berani Mati yang didirikan Bung Tomo. Dari penampilannya terlihat Bung Tomo awalnya tak yakin dengan pemuda tersebut. Bung Tomo pun mengajak pemuda itu berdialog dan akhirnya melihat bagaimana kesungguhan dan daya juangnya kendati sekilas terlihat begitu lemah.

Sang pemuda ini akhirnya dilatih meledakkan bom akhirnya Bung Tomo memberikan kesempatan pertama untuk meledakkan bom ke tank milik tentara sekutu. Dengan gagah berani, pemuda yang awalnya dikira memiliki fisik lemah itu maju tanpa rasa takut sedikit pun.

Dia berlari menuju tank tentara sekutu dan memasang bom. Tank sekutu meledak akibat bom yang diledakkan pemuda itu. Pemuda dari Jember yang membawa bom itu pun gugur sebagai syahid bersama hancurnya tank sekutu.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!