Ini Strategi Wali Kota Bogor Setelah Anies Umumkan PSBB Ketat Jakarta

Senin, 14 September 2020 - 13:41 WIB
"Artinya kita mengantisipasi langkah Jakarta ini dengan melakukan langkah-langkah protokol kesehatan. Besok akan kita umumkan secara bersama-sama. Setelah besok akan kita umumkan secara lebih detail. Kata kuncinya adalah mengantisipasi Jakarta lebih kepada pengetatan pengawasan protokol kesehatan," tambah Bima.

Karena, Pemkot Bogor tidak mungkin membatasi atau menghalangi warga dari Jakarta untuk datang ke Bogor. "Itu tidak mungkin. Betul-betul tidak mungkin. Yang lebih memungkinkan adalah melakukan pengetatan pengawasan protokol kesehatan di tempat-tempat yang berpotensi terjadi kerumunan," ujarnya.

Sementara itu, mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 di Kota Bogor, Pemkot Bogor juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido dalam penyediaan ruang isolasi bagi pasien terkonfirmasi positif tanpa gejala (OTG). (Baca juga: Polda Metro dan Pemprov DKI Rumuskan Sanksi Pelanggar PSBB)

Bima telah berkoordinasi dengan Menteri BUMN sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional untuk menyiapkan hotel di Bogor sebagai kamar isolasi pasien OTG Covid.

"Bogor sudah menandatangani MoU dengan BNN Lido. Lagi finalisasi untuk administrasinya. OTG nanti di Lido semua. Plus nanti kita akan siapkan satu hotel, kita sedang berunding dengan PHRI untuk kemudian dijadikan tempat isolasi. Ini akan bekerjasama dengan pemerintah pusat. Saya kemarin koordinasi dengan Pak Erick Thohir, beliau siap untuk membackup. Jadi ada hotel di Bogor yang disiapkan untuk isolasi," ungkapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!