Denny JA, UKI dan Komunitas Puisi Esai Hidupkan Kembali Teater Sekolah
Selasa, 14 Oktober 2025 - 19:19 WIB
“Seni mengajarkan empati, keberanian, dan kemampuan berpikir kritis. Melalui panggung, siswa belajar menyampaikan gagasan dengan jujur dan berani menjadi diri sendiri,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).
Menurutnya, di tengah tekanan akademik dan kompetisi digital yang semakin kuat, teater menghadirkan ruang napas yang memanusiakan, tempat belajar tentang nilai, solidaritas, dan tanggung jawab.
Baca juga: Kisah Pascal, Diaspora Lulusan University of Notre Dame yang Geluti Dunia Teater di New York
Ketua Komunitas Puisi Esai Indonesia, Monica JR menjelaskan bahwa teater menjadi medium yang menghidupkan kembali makna puisi esai.
“Puisi esai adalah cermin kehidupan. Melalui teater, puisi bisa bersuara, bergerak, dan menyentuh penonton secara lebih dalam. Kami ingin anak muda menemukan keajaiban itu, bahwa kata-kata bisa menjadi nyawa, dan nyawa bisa mengubah cara kita memandang hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Denny J.A, pemrakarsa puisi esai menegaskan makna seni sebagai sarana pendidikan batin dan keberanian.
Menurutnya, di tengah tekanan akademik dan kompetisi digital yang semakin kuat, teater menghadirkan ruang napas yang memanusiakan, tempat belajar tentang nilai, solidaritas, dan tanggung jawab.
Baca juga: Kisah Pascal, Diaspora Lulusan University of Notre Dame yang Geluti Dunia Teater di New York
Ketua Komunitas Puisi Esai Indonesia, Monica JR menjelaskan bahwa teater menjadi medium yang menghidupkan kembali makna puisi esai.
“Puisi esai adalah cermin kehidupan. Melalui teater, puisi bisa bersuara, bergerak, dan menyentuh penonton secara lebih dalam. Kami ingin anak muda menemukan keajaiban itu, bahwa kata-kata bisa menjadi nyawa, dan nyawa bisa mengubah cara kita memandang hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Denny J.A, pemrakarsa puisi esai menegaskan makna seni sebagai sarana pendidikan batin dan keberanian.
Lihat Juga :