Diduga Keroyok Mahasiswa, Putra Bupati Jeneponto Dipolisikan

Minggu, 13 September 2020 - 15:45 WIB
Agus menjelaskan, dugaan pengeroyokan itu terjadi di parkiran sebuah mal, Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Kamis 10 September sekitar pukul 02.30 Wita. Awalnya Isman Triadi bersama rekan-rekannya diamankan Petugas Polsek Mariso.

"Dari hasil keterangan, rombongan mahasiswa ini ketemu anaknya bupati di dalam lift hotel dekat mal itu. Anak bupati ini merasa disenggol kakinya, disitu tersinggung. Sampai di bawah (parkiran) terjadi adu mulut. Anak bupati ini panggil teman-temannya disitulah terjadi pengeroyokan," jelas Agus.

Tiga korban, lanjut Agus awalnya enggan melakukan visum saat diperiksa oleh penyidik Reskrim Polsek Mariso.

"Pas di Polsek dimediasi itu, tidak mau divisum juga. Korban ini langsung pulang, dan melapor ke Polrestabes Makassar. Sementara kita lidik kasusnya," ujar mantan Wakapolres Bulukumba ini.

Sementara itu salah satu rekan Korban, Restu Abadi yang juga mendampingi pelaporan dugaan pengeroyokan di Mapolrestabes Makassar mengaku, mengecam tindakan premanisme putra orang nomor satu di Jeneponto tersebut. Isman Triadi disebutkan Restu terlalu emosional.

"Ada sekitar 20 orang itu yang keroyok, kalau dari keterangannya temanku. Kebetulan seniorku ada juniorku di kampus juga. Intinya kami meminta kepolisian dalam hal ini Polrestabes Makassar untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan itu," jelas Restu dikonfirmasi terpisah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!