Hasil Riset, Pengakuan dan Akses Perempuan dalam Sektor Perikanan Masih Rendah
Rabu, 08 Oktober 2025 - 14:15 WIB
Menurut Rumayya, peneliti BKMP Universitas Airlangga, mayoritas perempuan nelayan masih tercatat sebagai ibu rumah tangga dalam dokumen resmi, meskipun mereka berperan besar dalam rantai nilai perikanan. Ia menambahkan, isu itu umum terjadi di empat daerah penelitian. Kondisi ini membuat peran dan kontribusi perempuan nelayan tidak terlihat dalam data maupun kebijakan yang disusun pemerintah.
Ketua tim peneliti BKMP Universitas Airlangga Martha Ranggi Primanthi menjelaskan bahwa sebagian besar responden di Kabupaten Mempawah merupakan perempuan usia produktif dengan rata-rata usia 47 tahun.
"Lebih dari 80 persen di antaranya sudah menikah dan banyak yang menjalankan peran ganda, yakni mengurus rumah tangga sekaligus menopang ekonomi keluarga," ujarnya, dikutip Rabu (8/10/2025).
Dia menambahkan, sekitar 12 persen perempuan bahkan menjadi kepala rumah tangga tunggal, sementara kurang dari separuh responden sempat menempuh atau menyelesaikan pendidikan menengah maupun tinggi.
Peneliti BKMP Unair M Syaikh Rohman mengungkapkan bahwa sebagian besar perempuan terlibat di sektor hilir, seperti pengolahan dan penjualan hasil laut. Sekitar 48 persen responden perempuan nelayan Kabupaten Mempawah, menjalankan usaha sendiri dan juga bekerja di usaha orang lain. Sumber pendapatan tertinggi berasal dari perikanan tangkap, diikuti pengolahan hasil laut, kemudian penjualan hasil laut.
Berbeda dengan daerah penelitian yang lain, responden perempuan di Mempawah tidak terlibat atau berkegiatan di sisi budidaya perikanan. Dari sisi pengelolaan pendapatan, sebagian besar sudah menyisihkan pendapatannya untuk ditabung, namun pola menabungnya masih tradisional (di rumah). Hal ini mencerminkan tantangan dalam literasi, inklusi, dan kepercayaan keuangan.
Ketua tim peneliti BKMP Universitas Airlangga Martha Ranggi Primanthi menjelaskan bahwa sebagian besar responden di Kabupaten Mempawah merupakan perempuan usia produktif dengan rata-rata usia 47 tahun.
"Lebih dari 80 persen di antaranya sudah menikah dan banyak yang menjalankan peran ganda, yakni mengurus rumah tangga sekaligus menopang ekonomi keluarga," ujarnya, dikutip Rabu (8/10/2025).
Dia menambahkan, sekitar 12 persen perempuan bahkan menjadi kepala rumah tangga tunggal, sementara kurang dari separuh responden sempat menempuh atau menyelesaikan pendidikan menengah maupun tinggi.
Peneliti BKMP Unair M Syaikh Rohman mengungkapkan bahwa sebagian besar perempuan terlibat di sektor hilir, seperti pengolahan dan penjualan hasil laut. Sekitar 48 persen responden perempuan nelayan Kabupaten Mempawah, menjalankan usaha sendiri dan juga bekerja di usaha orang lain. Sumber pendapatan tertinggi berasal dari perikanan tangkap, diikuti pengolahan hasil laut, kemudian penjualan hasil laut.
Berbeda dengan daerah penelitian yang lain, responden perempuan di Mempawah tidak terlibat atau berkegiatan di sisi budidaya perikanan. Dari sisi pengelolaan pendapatan, sebagian besar sudah menyisihkan pendapatannya untuk ditabung, namun pola menabungnya masih tradisional (di rumah). Hal ini mencerminkan tantangan dalam literasi, inklusi, dan kepercayaan keuangan.
Lihat Juga :