Ribuan Orang di Puncak Bogor Terancam Kehilangan Pekerjaan

Senin, 06 Oktober 2025 - 12:59 WIB
Mulyadi menegaskan, sektor wisata adalah sumber penghidupan utama warga Bogor Selatan. “Jangan bunuh mata pencaharian mereka. Wisata di sini bukan hanya memberi kerja, tapi juga menghidupi UMKM, pertanian, dan ekonomi lokal,” katanya.

Hal ini juga mencoreng Astacita Presiden Prabowo, yang salah satunya adalah membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya bagi masyarakat. "Tapi ini malah sebaliknya. Saat reses kami aka tinjau ke sana," kata legislator Dapil Bogor ini.

Salah satu pekerja terdampak, Rahmat Shaleh (30), yang bekerja di salah satu ekowisata, di Megamendung mengaku cemas kehilangan pekerjaan. “Kami semua menggantungkan hidup dari sini. Mohon Pak Presiden Prabowo, tolong kami atas kebijakan Menteri KLH,” ujarnya. Baca juga: Izin 229 Hotel di Bali Terancam Dicabut karena Tidak Ramah Lingkungan

Rahmat mengungkapkan isi hatinya melalui sebuah video di platform TikTok. Dalam unggahan tersebut, ia menceritakan keresahan yang dirasakan dirinya dan ratusan warga sekitar.

Tetangganya, Ismail (21), kini juga memiliki penghasilan tetap setelah sebelumnya kesulitan mencari pekerjaan. Kisah Rahmat dan Ismail mencerminkan bahwa investasi ramah lingkungan di Megamendung bukan hanya menyelesaikan masalah lahan dan reboisasi, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi generasi muda. “Ekowisata ini memberi lowongan terbuka bagi warga lokal. Kami tidak perlu jauh-jauh ke kota,” katanya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!