Candi Jago Malang, Bangunan Era Singasari Jadi Saksi Raja Majapahit Satukan Dua Agama

Sabtu, 27 September 2025 - 07:56 WIB
Keunikan candi ini juga muncul ketika penemuan struktur bangunan batu bata era Kerajaan Majapahit di sisi selatan candi. Penemuan itu berada di bawah permukaan tanah sedalam dua meter, yang awalnya dikira talud atau saluran pengairan kuno. Hal ini membuktikan bahwa area utama candi sebenarnya lebih luas lagi dan memanjang ke arah barat dan selatan, tapi saat ini terkubur dan sudah jadi permukiman penduduk.

"Ditemukan susunan batu bata terbuat dari Majapahit, di sebelah selatan ditemukan siku yang luar biasa. Bangunan talud, ada fragmen temuan Majapahit menghilangkan kata talud tadi otomatis bangunan, kalau penyangga penahan tidak seperti itu. Ada temuan fragmen Majapahit, jadi bisa lebih lebar lagi," paparnya.

Temuan adanya struktur bangunan era Kerajaan Majapahit itu menguatkan bukti seusai Kakawin Nagarakretagama dan Pararaton, candi ini diteruskan pembuatannya oleh Hayam Wuruk. Apalagi di masa Hayam Wuruk yang berusaha menyatukan aliran agama Hindu dan Buddha, demi persatuan. Makanya candi ini dipengaruhi aliran sinkritisme secara keagamaan.

"Sinkritisme perpaduan dua agama Hindu dan Buddha,, di Jawa Timur biasanya Buddha Hindu, kalau di Jawa Tengah Hindu Buddha, kalau di sini di bawahnya Buddha Hindu-nya di atas, menyatukan dua agama Hindu Buddha, sekarang ibarat NU Muhammadiyah, kalau dulu lebih dikenal Siwa Buddha Tantrayana, itu aliran yang sangat luar biasa yang menguasai di era Tumapel," pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!