Percikan Api Pengelasan Akibatkan Kerugian Rp1 Triliun
Sabtu, 12 September 2020 - 16:20 WIB
Kebakaran hebat pabrik suku cadang motor di Lamongan Jawa Timur, diduga terjadi akibat percikan api pengelasan yang menyambar tiner. Foto/iNews TV/Abdul Wakhid
LAMONGAN - Kebakaran hebat yang melanda pabrik suku cadang motor di Lamongan , Jawa Timur, diduga terjadi akibat percikan api pengelasan yang menyambar tiner. Api bisa dijinakkan setelah 12 unit mobil pemadam kebakaran dan water canon Polres Lamongan , diterjunkan ke lokasi kejadian.
Alat produksi dan bahan-bahan baku di dalam pabrik ludes terbakar. Kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran hebat ini, ditaksir mencapai ratusan milyar rupiah hingga Rp1 trilun. (Baca juga: Pabrik Suku Cadang di Lamongan Terbakar Hebat, Para Buruh Panik )
Setelah berjibaku selama lebih dari lima jam, regu pemadam kebakaran akhirnya bisa menjinakkan api yang berkobar sejak pukul 10.15 WIB itu. Menurut keterangan karyawan pabrik, ada pekerja yang sedang melakukan pengelasan di dalam pabrik.
Diduga percikan api dari pengelasan ini yang kemudian menyambar tiner dan bahan baku suku cadang motor yang mudah terbakar. Cuaca panas dan kencangnya angin membuat api semakin membesar dan sulit dipadamkan. Para buruh pabrik yang sedang bekerja pun berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Alat produksi dan bahan-bahan baku di dalam pabrik ludes terbakar. Kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran hebat ini, ditaksir mencapai ratusan milyar rupiah hingga Rp1 trilun. (Baca juga: Pabrik Suku Cadang di Lamongan Terbakar Hebat, Para Buruh Panik )
Setelah berjibaku selama lebih dari lima jam, regu pemadam kebakaran akhirnya bisa menjinakkan api yang berkobar sejak pukul 10.15 WIB itu. Menurut keterangan karyawan pabrik, ada pekerja yang sedang melakukan pengelasan di dalam pabrik.
Diduga percikan api dari pengelasan ini yang kemudian menyambar tiner dan bahan baku suku cadang motor yang mudah terbakar. Cuaca panas dan kencangnya angin membuat api semakin membesar dan sulit dipadamkan. Para buruh pabrik yang sedang bekerja pun berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Lihat Juga :