550 Personel Disiagakan, Jangan Bikin Rusuh di Pilkada Rembang

Sabtu, 12 September 2020 - 15:20 WIB
Kapolres Rembang , AKBP Kurniawan Tandi Rongre menegaskan dalam pengamanan unjuk rasa, polisi dilarang menggunakan senjata api, untuk menangani massa yang rusuh. Tapi tindakan terakhir dengan menembakkan gas air mata.

"Saat penanganan unjuk rasa, tidak diperbolehkan pakai senjata api, hal itu sesuai dengan Peraturan Kapolri. Saat simulasi tadi pakai gas air mata. Tahapannya sudah jelas, himbauan, pendorongan pasukan, water canon dan tembakan gas air mata apabila kategori massa anarkhis. Kalau nggak anarkhis, ya nggak perlu tembakan gas air mata," ujarnya.



Ia berharap selama tahapan Pilkada di Kabupaten Rembang berjalan lancar dan aman. Tidak sampai terjadi huru hara yang mengarah anarkis. Namun apabila benar-benar terjadi, anggotanya sudah siap.

"Sispamkota dilakukan setiap Polres Rembang yang daerahnya akan menggelar Pilkada Rembang . Tiap tahapan ada rangkaian pengamanan. Saat Sispamkota kita gambarkan seperti kejadian sungguhan, supaya kalau ada kemungkinan terburuk, anggota sudah siap," imbuh Rongre.

Rongre menimpali jumlah anggota yang akan dikerahkan dalam pengamanan Pilkada mencapai 550 orang personil. "Tiap tahapan, jumlahnya berbeda-beda mas. Tapi kalau ditotal 550 personil," tandasnya. (Baca juga: Gubernur Dukung Paslon Sm-Ms, Aliong Mus Tak Gentar )

Sementara itu, Komandan Kodim Rembang , Letkol Donan Wahyu Sejati memastikan pihaknya akan membackup aparat kepolisian, untuk mengamankan Pilkada. "Pilkada ini Kodim Rembang siap bantu rekan-rekan polisi, sesuai SOP yang disampaikan pak Kapolres. Kita sifatnya membackup. Hampir seluruh jajaran kami, turut serta dalam pengamanan Pilkada ini," bebernya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!