1 RS dan 2 Puskesmas di Tasikmalaya Terpaksa Ditutup
Sabtu, 12 September 2020 - 11:59 WIB
Sebanyak tiga fasilitas kesehatan di Kota Tasikmalaya, Jabar ditutup operasionalnya lantaran terdapat tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif COVID-19. Foto/iNews TV/Asep Juhariyono
TASIKMALAYA - Sebanyak tiga fasilitas kesehatan di Kota Tasikmalaya, Jabar ditutup operasionalnya lantaran terdapat tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif COVID-19 . Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 masih terus melakukan tracing yang memiliki kontak erat, serta test swab pada karyawan dan semua tenaga kesehatan (nakes) di tiga lokasi tersebut untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman menjelaskan, tiga fasilitas kesehatan (faskes) yang ditutup yakni Puskesmas Cihideung, klinik kesehatan di Kecamatan Cibeureum dan rumah sakit ibu dan anak (RSIA) Bunda Aisyah. (Baca juga: Tabrakan Beruntun Bus Sahabat dan 2 Kendaraan Tol Cipali, 2 Tewas)
Penutupan ketiga fasilitas kesehatan ini akan dilakukan selama 3 hari karena dari masing-masing faskes itu terdapat satu orang nakes yang terkonfirmasi positif COVID-19. Penutupan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas. Jika tidak dilakukan penutupan, maka dikawatirkan bisa menyebar lebih banyak. (Baca juga: 2 Pekerja Proyek Hotel di Ubud Bali Tewas Tertimbun Longsor)
Sementara pasien yang berada di 3 fasilitas kesehatan itu telah dipindahkan ke tempat lainnya. Selama dilakukan penutupan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 akan melakukan sterilisasi ruangan dan pelacakan (tracing) kepada orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan ketiga pasien.
Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman menjelaskan, tiga fasilitas kesehatan (faskes) yang ditutup yakni Puskesmas Cihideung, klinik kesehatan di Kecamatan Cibeureum dan rumah sakit ibu dan anak (RSIA) Bunda Aisyah. (Baca juga: Tabrakan Beruntun Bus Sahabat dan 2 Kendaraan Tol Cipali, 2 Tewas)
Penutupan ketiga fasilitas kesehatan ini akan dilakukan selama 3 hari karena dari masing-masing faskes itu terdapat satu orang nakes yang terkonfirmasi positif COVID-19. Penutupan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas. Jika tidak dilakukan penutupan, maka dikawatirkan bisa menyebar lebih banyak. (Baca juga: 2 Pekerja Proyek Hotel di Ubud Bali Tewas Tertimbun Longsor)
Sementara pasien yang berada di 3 fasilitas kesehatan itu telah dipindahkan ke tempat lainnya. Selama dilakukan penutupan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 akan melakukan sterilisasi ruangan dan pelacakan (tracing) kepada orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan ketiga pasien.
Lihat Juga :