Kisah Raja Hayam Wuruk Satukan Tiga Aliran Agama Berbeda di Majapahit
Sabtu, 13 September 2025 - 06:06 WIB
Raja Hayam Wuruk berusaha menyatukan tiga keyakinan aliran agama berbeda di Kerajaan Majapahit. Momen ini terekam dalam Kakawin Nagarakretagama pada Pupuh 81. Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
RAJA Hayam Wuruk berusaha menyatukan tiga keyakinan aliran agama berbeda di Kerajaan Majapahit. Momen kebijakan ini terekam dalam Kakawin Nagarakretagama pada Pupuh 81, yang menguraikan upaya Raja Majapahit itu untuk menyatukan ketiga aliran agama berbeda agar hidup berdampingan.
Istilah penyatuan tiga aliran ini disebut tripaksa atau tiga sayap yakni Siwa, Buddha, dan Brahma. Pupuh itu juga menyebutkan bahwa para pendetanya yang disebut caturdwija tunduk pada ajaran. Sejarawan Prof. Slamet Muljana mendeskripsikan, istilah dwija dalam Hinduisme berarti lahir dua kali.
Baca juga: Makna Lambang Surya Majapahit, Miliki Kaitan Erat dengan Agama Hindu
Kelahiran yang pertama ialah kelahiran sebagai manusia, kelahiran kedua berupa upacara pengalungan benang suci atau disebut upavita, sebagai tanda bahwa seseorang telah diterima sebagai anggota masyarakat Arya.
Istilah penyatuan tiga aliran ini disebut tripaksa atau tiga sayap yakni Siwa, Buddha, dan Brahma. Pupuh itu juga menyebutkan bahwa para pendetanya yang disebut caturdwija tunduk pada ajaran. Sejarawan Prof. Slamet Muljana mendeskripsikan, istilah dwija dalam Hinduisme berarti lahir dua kali.
Baca juga: Makna Lambang Surya Majapahit, Miliki Kaitan Erat dengan Agama Hindu
Kelahiran yang pertama ialah kelahiran sebagai manusia, kelahiran kedua berupa upacara pengalungan benang suci atau disebut upavita, sebagai tanda bahwa seseorang telah diterima sebagai anggota masyarakat Arya.
Lihat Juga :