Riwayat Ibu Kota Kerajaan Majapahit Hancur Akibat Pergolakan Internal

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 06:21 WIB
Kekosongan ini akhirnya berakhir saat Bhre Wengker naik takhta pada 1456 dan menjadi Raja Majapahit ke-9 yang bergelar Girishawardhana Dyah Suryawikrama. Namun, di masa pemerintahan Suryawikrama Majapahit mengalami ujian bencana alam gempa bumi dan gunung meletus

Selanjutnya, dikisahkan semasa pemerintahan Bhre Pandalanas atau Dyah Suprabhawa yang bergelar Sri Adi Suprabhawa Singhawikramawardhana Giripati Pasutabhupati Ketubhuta terjadi kemelut politik. Dia terpaksa melarikan diri dari kekuasaannya sebagai raja.

Dia melarikan diri meninggalkan takhtanya sebagai raja sebagaimana dikisahkan pada Prasasti Jiyu, karena ketidakberdayaan menghadapi kudeta Bhre Kertabhumi.

Alhasil ini dimanfaatkan Bhre Kertabhumi untuk menduduki posisi singgasana kekuasaan Raja Majapahit. Bhre Kertabhumi naik sebagai Raja Majapahit terakhir yang berpusat di ibu kota Majakerta. Dia berhasil mengendalikan dan memimpin Majapahit sejak 1474 hingga 1478 Masehi.

Tak berselang lama, Girindrawardhana Dyah Ranawijaya, Raja Majapahit yang beribu kota di Dhaha yang merupakan putra Dyah Suprabhawa, Raja Majapahit ke-10 melakukan penyerangan ke Majakerta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!