Kisah Jenderal Kopassus Sutiyoso Tumpas Kelompok Bersenjata Paraku di Hutan Kalimantan Tanpa Peluru

Rabu, 13 Agustus 2025 - 08:11 WIB
Sutiyoso bersama pasukannya berusaha mendekati kepala desa, kepala suku, dan masyarakat setempat untuk memisahkan mereka dari pengaruh gerilyawan. Dengan cara ini, mereka tidak hanya dapat mengidentifikasi musuh, tetapi juga menghentikan pasokan logistik kepada gerilyawan.

Mereka berbaur dengan masyarakat, memberikan pelayanan kesehatan, dan menjaga kewaspadaan tinggi.

"Saya dan pasukan sangat berupaya agar kepala desa atau kepala suku tidak membantu gerilyawan PGRS/Paraku. Jika mereka membantu, kami bisa disergap oleh PGRS/Paraku," kenang Sutiyoso.

Upaya Sutiyoso membuahkan hasil, mereka berhasil mengisolasi gerilyawan dari masyarakat. Selama sepuluh bulan operasi, tak ada sebutir peluru pun yang dilepaskan, dan tidak ada anggota pasukan yang gugur.

Sutiyoso diakui sebagai prajurit Kopassus yang berpengalaman dalam berbagai operasi militer. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam bukunya "Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto" menyebut Sutiyoso sebagai sosok yang kenyang dengan pengalaman tempur.

"Saya tahu beliau terlibat dalam berbagai operasi, termasuk penyusupan ke Timor Timur di bawah Pak Dading Kalbuadi. Pak Sutiyoso dikenal sebagai orang yang penuh humor dan banyak beroperasi di lapangan," kenang Prabowo.

Prabowo juga menyebut Sutiyoso sebagai sosok yang patriotik dan cinta tanah air. "Pak Sutiyoso sangat patriotik, dia Merah Putih. Itulah tipe senior-senior saya, guru-guru saya yang membina saya selama di tentara," ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!