Dilema Pangeran Diponegoro Hadapi Lonjakan Penggunaan Morfin Dampak Monopoli Cukai
Selasa, 05 Agustus 2025 - 07:30 WIB
Para pengecer candu dari etnis Tionghoa meraup keuntungan dengan berdagang di belakang garis pertahanan Pangeran Diponegoro. Itu terjadi saat sentimen-sentimen anti-Tionghoa yang keras di bulan-bulan awal pemberontakan berangsur mereda.
Ketergantungan candu opium memang cukup mengisi waktu senggang bagi orang-orang kaya di masa itu. Namun, ketagihan candu adalah bencana bagi si miskin. Jika timbul sedikit saja keinginan mengisap candu, hal itu sudah mampu menjungkirbalikkan hidup seorang petani Jawa baik-baik menjadi pelaku tindak kriminal.
Jalan menuju degradasi sosial pun terbuka luas alias ramai lancar. Selama Perang Jawa, Residen Belanda di Yogyakarta Nahuys Van Burgst menghendaki agar para buruh petani tak menggarap lahan dan gelandangan ditangkapi saja.
Mereka itu disebut yang bahunya kurus dan tangannya halus, pertanda tak pernah kerja mencangkul, serta yang mata, bibir, dan warna kulitnya menyingkapkan kebiasaan mereka menggunakan narkotika.
Ketergantungan candu opium memang cukup mengisi waktu senggang bagi orang-orang kaya di masa itu. Namun, ketagihan candu adalah bencana bagi si miskin. Jika timbul sedikit saja keinginan mengisap candu, hal itu sudah mampu menjungkirbalikkan hidup seorang petani Jawa baik-baik menjadi pelaku tindak kriminal.
Jalan menuju degradasi sosial pun terbuka luas alias ramai lancar. Selama Perang Jawa, Residen Belanda di Yogyakarta Nahuys Van Burgst menghendaki agar para buruh petani tak menggarap lahan dan gelandangan ditangkapi saja.
Mereka itu disebut yang bahunya kurus dan tangannya halus, pertanda tak pernah kerja mencangkul, serta yang mata, bibir, dan warna kulitnya menyingkapkan kebiasaan mereka menggunakan narkotika.
(jon)
Lihat Juga :