Dilema Pangeran Diponegoro Hadapi Lonjakan Penggunaan Morfin Dampak Monopoli Cukai

Selasa, 05 Agustus 2025 - 07:30 WIB
loading...
Dilema Pangeran Diponegoro...
Peredaran candu atau morfin di masa Pangeran Diponegoro kian meningkat dampak monopoli cukai. Perdagangan morfin memperparah imbas monopoli cukai yang dilakukan pemerintahan kolonial Belanda. Foto: Ist
A A A
PEREDARAN candu atau morfin di masa Pangeran Diponegoro kian meningkat dampak monopoli cukai. Perdagangan morfin memperparah imbas monopoli cukai yang dilakukan pemerintahan kolonial Belanda.

Morfin yang menjadi bagian dari narkotika itu dengan mudahnya diimpor masuk Nusantara dari Benggala, India, menyusul pencabutan blokade Inggris atas Pulau Jawa pada Agustus-September 1811. Tekanan ekonomi pada pemerintahan Raffles untuk menaikkan pendapatan menjadi pemicunya.

Baca juga: Kisah Kemenangan Pasukan Pangeran Diponegoro Hancurkan Tentara Belanda

Etnis Tionghoa pun memainkan peran menonjol yang menyedihkan selain menjadi pengecer candu, juga penjaga gerbang cukai. Alhasil, banyak orang yang ketergantungan candu atau opium.

Peter Carey dalam bukunya "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro: 1785 - 1855", menyebut candu menawarkan jalan keluar dari kesulitan hidup yang begitu keras dan menguras tenaga bagi banyak orang ketika itu. Di Pacitan, setelah Perang Jawa, sebuah pesta besar keagamaan digelar untuk merayakan berakhirnya panen kopi.

Uang pembayaran panen yang diterima langsung dipakai untuk mengonsumsi candu. Selama Perang Jawa, ada laporan-laporan yang mengatakan bahwa banyak tentara Diponegoro jatuh sakit karena tidak dapat candu.

Para pengecer candu dari etnis Tionghoa meraup keuntungan dengan berdagang di belakang garis pertahanan Pangeran Diponegoro. Itu terjadi saat sentimen-sentimen anti-Tionghoa yang keras di bulan-bulan awal pemberontakan berangsur mereda.

Ketergantungan candu opium memang cukup mengisi waktu senggang bagi orang-orang kaya di masa itu. Namun, ketagihan candu adalah bencana bagi si miskin. Jika timbul sedikit saja keinginan mengisap candu, hal itu sudah mampu menjungkirbalikkan hidup seorang petani Jawa baik-baik menjadi pelaku tindak kriminal.

Jalan menuju degradasi sosial pun terbuka luas alias ramai lancar. Selama Perang Jawa, Residen Belanda di Yogyakarta Nahuys Van Burgst menghendaki agar para buruh petani tak menggarap lahan dan gelandangan ditangkapi saja.

Mereka itu disebut yang bahunya kurus dan tangannya halus, pertanda tak pernah kerja mencangkul, serta yang mata, bibir, dan warna kulitnya menyingkapkan kebiasaan mereka menggunakan narkotika.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kasat Resnarkoba Polres...
Kasat Resnarkoba Polres Kukar Ditangkap Terkait Kasus Narkotika
Polisi Lacak Keterlibatan...
Polisi Lacak Keterlibatan Mantan Kasat Narkoba Polres Kutai Barat di Kasus Peredaran Narkotika
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
GEBRAK Siap Kerja Sama...
GEBRAK Siap Kerja Sama dengan BNN Berantas Vape Narkoba
Tangkap Istri dan Anak...
Tangkap Istri dan Anak Bandar Narkoba Koh Erwin, Polisi Sita Rumah hingga Kendaraan
Siapa Daniel Kinahan?...
Siapa Daniel Kinahan? Bos Mafia Irlandia yang Memiliki Jaringan Internasional
Pemerintah Diminta Putus...
Pemerintah Diminta Putus Monopoli Penerbangan di Kawasan Timur Indonesia
Rekomendasi
Sidang PLK di PTUN,...
Sidang PLK di PTUN, Ahli Tegaskan Pencabutan Badan Hukum oleh Kemenkum Sudah Tepat
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
Berita Terkini
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
Dukung Program MBG,...
Dukung Program MBG, Wali Kota Tangsel: Gizi Anak Jadi Prioritas Pembangunan SDM
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved